Imigrasi YIA Gagalkan Keberangkatan Diduga Jemaah Haji Non-Prosedural
Imigrasi YIA menggagalkan keberangkatan tiga pria diduga calon haji non-prosedural menuju Singapura melalui Bandara YIA.
Danang Maharsa/Ist
SLEMAN—Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyerahkan beasiswa Jaring Pengaman Sosial (JPS) dari Pemkab Sleman kepada 161 mahasiswa untuk kuliah vokasi bidang teknologi informasi. Para penerima beasiswa berasal dari keluarga kurang mampu.
Selaku ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Sleman, Danang mengaku sangat haru. "Saya terharu menyaksikan antusiasme mereka untuk belajar dan menata diri menghadapi hari esok. Saya terharu karena sebagian besar dari mereka selama ini tidak berani bercita-cita kuliah. Bahkan ketika sampai pada titik bisa kuliah, mereka masih menghadapi sejumlah kesulitan," katanya, Rabu (28/9/2022).
Di saat yang sama, Danang merasa bangga karena ia bisa melakukan sesuatu untuk warga Sleman. Pemkab Sleman, katanya, hadir untuk membantu warganya merenda masa depan yang lebih baik. "Kami [Pemkab] berusaha berjuang untuk wong cilik," katanya.
Salah satu penerima beasiswa berinisial A, lulusan MAN 4 Sleman mengaku sudah lama ingin kuliah, namun karena ekonomi keluarganya yang sangat terbatas, membuat keinginan itu belum bisa tercapai. A ingin lulus “Saya ingin lulus dengan cepat kemudian bekerja menjadi konsultan di sektor teknologi informasi [TI] atau membuka usaha konsultan TI sendiri,” katanya.
A mengaku ekonomi keluargannya sangat pas-pasan. Selama ini ibunya yang bekerja sebagai buruh menjadi tulang punggung keluarga. Sementara, ayahnya mengalami strok. “Saya anak keempat dari tujuh bersaudara. Saya punya tiga kakak dan tiga adik," kata A.
Hal tak jauh berbeda juga disampaikan R, lulusan SMKN 2 Depok. R mengaku belum memiliki rencana untuk kuliah karena faktor ekonomi keluarga yang sangat kurang. "Saya ingin lulus tepat waktu. Saya ingin segera bekerja di perusahaan TI ternama seperti Shoppee atau Gojek, untuk posisi web designer,” katanya. Dia mengaku tinggal bersama ibunya yang bekerja sebagai asisten rumah tangga.
“Kami ada lima orang dalam satu keluarga. Selama ini kami hanya memiliki satu sepeda motor itu pun pajaknya mati. Pada Juni 2022 ibu saya meminta bantuan ke saudara buat membeli motor bekas agar bisa digunakan untuk mengantar adik ke sekolah dan untuk berangkat dan pulang kerja ibu," katanya. Selama sekolah di SD, SMP hingga SMA, R harus berangkat dan pulang dengan sepeda.
Penerima beasiswa lainnya, S, lulusan SMAN 1 Pakem mengaku sudah sejak lama berkeinginan untuk kuliah meskipun ia tidak tahu apakah keinginan itu bisa terwujud atau tidak. Bersyukur saat ini S diterima di Program Studi Manajemen Informatika. "Saya ingin lulus tepat waktu yaitu 2,5 tahun dengan nilai yang bagus. Target saya ke depan saya berencana untuk membuka bisnis sendiri," kata S.
Selama ini S tinggal bersama ibunya. Ayahnya sudah lama meninggal. Ibunya bekerja sebagai buruh di sebuah perusahaan perkebunan dengan gaji sekitar Rp1,5 juta per bulan. "Saya berterima kasih kepada Pemkab Sleman yang memberikan beasiswa sehingga keinginan saya untuk berkuliah bisa tercapai," ujar S. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Imigrasi YIA menggagalkan keberangkatan tiga pria diduga calon haji non-prosedural menuju Singapura melalui Bandara YIA.
Ratusan warga Parangjoro Sukoharjo menggelar doa bersama terkait polemik izin warung kuliner nonhalal di Dusun Sudimoro.
Veda Ega Pratama gagal lolos Q2 Moto3 Catalunya 2026 dan akan memulai balapan dari posisi ke-21 di Barcelona.
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.
Pendaki asal Riau patah tulang saat mendaki Gunung Rinjani. Tim TNGR dan EMHC lakukan evakuasi di jalur Pelawangan Sembalun.