Delapan Pekerja di Gunungkidul Kena PHK, Efisiensi Mulai Berdampak
Delapan pekerja di Gunungkidul terkena PHK hingga akhir Juni 2026. Efisiensi perusahaan dan kondisi ekonomi global disebut menjadi pemicu utama.
Ilustrasi siswa SDN Tepus 2 belajar sendiri di balai dusun./Istimewa.
Harianjogja.com, Gunungkidul – Dinas Pendidikan Gunungkidul memastikan program regrouping sekolah masih akan berlanjut. Kebijakan ini diambil untuk memaksimalkan proses belajar mengajar karena hingga sekarang banyak sekolah yang kekurangan murid.
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati mengatakan, masih mengkaji soal dengan program regrouping sekolah di Bumi Handayani. Menurut dia, penggabungan merupakan salah satu opsi dalam upaya memaksimalkan program pembelajaran di sekolah.
“Terakhir, kami menggabung siswa di SD Negeri Tepus 2 ke sekolah lain. Sekarang, kami masih melakukan evaluasi dan program regrouping akan terus dilakukan,” kata Nunuk, Senin (3/10/2022).
Meski demikian, dia belum bisa memastikan berapa jumlah SD di Gunungkidul yang akan digabung. Nunuk berdalih, data yang ada merupakan data lama. Sedangkan dari perkembangan sekolah terus berubah setiap tahunnya.
“Ada yang tambah jumlah siswanya saat tahun ajaran baru, tetapi ada yang turun. Jadi, kami lakukan inventarisasi ulang terkait dengan sekolah yang akan digabung,” katanya.
BACA JUGA: Hujan Deras Akibatkan Longsor di Sejumlah Titik di Gunungkidul
Disinggung soal polemik penggabungan di SD Negeri Tepus 2, Nunuk mengakui sudah selesai. Para siswa di sekolah tersebut sudah dipindahkan ke sekolah lain.
Adapun permasalahan akses tranportasi, menurut dia, juga sudah terselesaikan. Hal itu sudah terselesaikan dengan adanya transportasi antar jemput dari sekolah yang baru. “Sediakan mobil untuk menjemput anak-anak, saat berangkat maupun pulang sekolah,” katanya.
Kepala Bidang SD, Dinas Pendidkan Gunungkidul, Taufik Aminuddin mengatakan, sejak awal tahun sudah ada dua SD yang digabung. Yakni, SD Negeri Candirejo 2 di Kalurahan Candirejo, Semin dan SD Negeri Tepus 2 di Kalurahan Tepus, Tepus.
“Memang ada rencana menggabung sekolah lainnya. Tapi, masih kami kaji karena sekarang banyak sekolah yang kekurangan murid,” katanya.
Taufik mengungkapkan, pengabungan SD harus melalui kajian yang matang. Meski ada sekolah yang kekurangan murid, maka tak serta merta digabungkan karena ada beberapa syarat yang harus terpenuhi.
Sebagai contoh, di kawasan tersebut masih ada sekolah lainnya. Sedangkan dari jumlah siswa dalam kurun waktu tiga tahun kurang dari 60 anak sehingga berpotensi digabung. “Makanya terus mengkaji penggabungan ini,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Delapan pekerja di Gunungkidul terkena PHK hingga akhir Juni 2026. Efisiensi perusahaan dan kondisi ekonomi global disebut menjadi pemicu utama.
Polisi Vietnam membongkar dua sindikat judi online dengan transaksi Rp2,3 triliun dan menangkap 85 tersangka dalam operasi besar di Ho Chi Minh
BIGBANG dikabarkan menyiapkan lagu baru setelah empat tahun vakum. Jakarta juga masuk dalam daftar tur dunia yang digelar pada 2027.
Timnas U17 Indonesia mengalahkan Malaysia 3-0 di Garuda Championship Series 2026. Tiga gol tercipta dalam 30 menit pertama di Stadion Manahan.
Mau nonton HP di layar TV? Simak 5 cara mudah menyambungkan HP ke TV, dari screen mirroring, Chromecast, hingga kabel HDMI. Praktis dan anti ribet!
Pemerintah mematangkan aturan KPR 40 tahun. Skema ini berpotensi membuat cicilan rumah subsidi di bawah Rp1 juta per bulan.