Urus Paspor Kini Bisa di Gunungkidul, Tak Perlu ke Kota Jogja
Layanan paspor kini hadir di MPP Dhaksinarga Gunungkidul, memudahkan warga tanpa perlu ke Kota Yogyakarta atau Sleman.
Ilustrasi/ Harian Jogja-Irwan A Syambudi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Hujan deras yang mengguyur wilayah Gunungkidul mengakibatkan tiga kejadian longsor. Meski demikian, BPBD Gunungkidul memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan, ada tiga kejadian longsor yang disebabkan karena hujan deras yang mengguyur sejak Minggu (3/10/2022) sore. Upaya penanganan telah dilakukan dengan kerja bakti bersama dengan warga setempat.
Peristiwa pertama terjadi di Dusun Kedungpoh Lor, Kedungpoh, Nglipar. Tebing setinggi lima meter ambrol sampai di halaman rumah warga. Longsor terjadi sekitar pukul 05.25 WIB.
Meski demikian, kejadian ini tak sampai menimbulkan korban jiwa karena material tidak sampai ke rumah. Adapun peristiwa kedua terjadi di Dusun Sawur, Sawahan, Ponjong.
Sebuah talut di TK PKK Ponjong ambrol. Meski demikian, kondisi masih aman karena gedung tidak terkena dampak dari longsor.
Peristiwa ketiga terjadi di Dusun Srumbung, Kalurahan Pengkok, Patuk. Akibat longsoran ini membuat jalan antar kampung menjadi tertutup.
“Sudah ditangani karena ada kerja bakti dengan warga,” katanya, Senin (3/10/2022).
Menurutnya, upaya pemantauan terus dilakukan karena potensi cuaca ekstrem masi terjadi. Untuk perkembangan cuaca akan terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
“Yang jelas Oktober ini sudah mulai memasuki musim hujan,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono. Untuk laporan longsor yang terjadi pada Senin pagi, sudah mengirimkan tiga untuk membantu membersihkan material longsor di tiga lokasi berbeda.
“Sudah datang ke lokasi untuk membantu warga yang bekerja bakti,” katanya.
Menurutnya, BPBD telah berkoordinasi dengan kapanewon hingga kalurahan terkait antisipasi kerawanan bencana di musim penghujan. Selain itu juga ada rencana pemetaan potensi bencana di seluruh wilayah.
Untuk penanganan bencana, pihaknya sudah menyiagakan tim reaksi cepat guna membantu dan proses evakuasi pada saat terjadi musibah. “Memang tidak ada anggaran khusus untuk bencana, tapi ada bantuan stimulant yang dipersiapkan guna membantu saat terjadi peristiwa,” katanya.
Purwono terus mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terkait dengan potensi bencana di Gunungkidul.
“Yang bisa dilakukan dengan mengantisipasi agar saat terjadi bencana, dampaknya bisa ditekan sekecil mungkin,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Layanan paspor kini hadir di MPP Dhaksinarga Gunungkidul, memudahkan warga tanpa perlu ke Kota Yogyakarta atau Sleman.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menyelenggarakan SV Career Days UGM 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM mulai Kamis (21/5/2026)
Gapasdap mengungkap 7 kapal tenggelam di Gilimanuk diduga akibat truk ODOL. Pelanggaran muatan berlebih kini ancam keselamatan pelayaran.
JMS 2026 mempertemukan ratusan media lokal Jawa Tengah untuk menyusun strategi menghadapi disrupsi digital dan tantangan AI.