Hantavirus Belum Ditemukan di Gunungkidul, Warga Tetap Diminta Waspada
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, Gunungkidul – Among Tani Dagang Layar merupakan salah satu program unggulan yang didengung-dengungkan Pemda DIY sejak lama. Program ini untuk menjadikan wilayah pesisir menjadi halaman utama di DIY.
Meski demikian, hingga sekarang ada sejumlah lurah di Gunungkidul yang belum mengetahui program ini. Salah satunya diakui oleh Lurah Kanigoro, Saptosari, Suroso.
Dia mengakui belum tahu berkaitan dengan program itu. Selama ini yang diketahui hanya masalah tentang Dana Keistimewaan. “Malah belum tahu saya tentang program Among Tani Dagang Layar,” katanya saat dihubungi, Rabu (5/10/2022).
Suroso mengungkapkan, keberadaan program masih berkaitan dengan penyaluran Danais ke kalurahan. Meski demikian, dia tidak menampik penyalurannya belum merata.
Dia mencontohkan, di Kanigoro hingga saat ini baru mendapatkan alokasi untuk penanda keistimewaan. “Untuk yang lain belum ada. Padahal kalurahan lain sudah mendapatkan alokasi untuk program lain semisal lumbung pangan mataraman,” katanya.
BACA JUGA: Warga Berharap Jalan di Kawasan Industri Semin Gunungkidul Diperbaiki Semua
Meski belum tahu tentang program Among Tani Dagang Layar, Suroso berharap hal tersebut bisa direalisasikan karena bisa membantu masyarakat pesisir dalam upaya meningkatkan kesejahteraan. “Ya harapannya bisa lebih maju lagi,” katanya.
Senada, Lurah Tepus, Kalurahan Tepus, Hendro Pratopo juga mengaku belum mengetahui apa itu Among Tani Dagang Layar, tetapi ada harapan bahwa program tersebut bisa direalisasikan untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya di kawasan pesisir.
Topo pun meminta agar wacana menjadikan Pantai Selatan sebagai pusat perekonomian dapat benar-benar diwujudkan. “Jelas kami mendukung karena kalau bisa diwujudkan, maka masyarakat bisa ikut merasakan manfaatnya,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
Gapasdap mengungkap 7 kapal tenggelam di Gilimanuk diduga akibat truk ODOL. Pelanggaran muatan berlebih kini ancam keselamatan pelayaran.
JMS 2026 mempertemukan ratusan media lokal Jawa Tengah untuk menyusun strategi menghadapi disrupsi digital dan tantangan AI.
Aktivis Global Sumud Flotilla mengaku mengalami sengatan listrik dan kekerasan fisik saat ditahan Israel usai misi kemanusiaan menuju Gaza.
Tingkat pengangguran DIY turun menjadi 3,05% pada Februari 2026. Pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif jadi penyerap tenaga kerja utama.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp57.650 per kg menurut data PIHPS Kamis pagi. Telur ayam ras dijual Rp32.500 per kg.