Tinjau Operasional KDMP, Ahmad Luthfi Pastikan Memberikan Manfaat untuk Warga
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau operasional Koperasi Desa Meraih Putih (KDMP) di wilayahnya pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Penyerahan secara simbolis paket pengetahuan tentang stunting oleh Wapres kepada perwakilan penyuluh agama, Kamis (6/10/2022) di Jakarta./Istimewa
JOGJA—Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan melibatkan peran penyuluh agama, da'i, dan da'iyah untuk mempercepat proses penurunan angka stunting di Indonesia. Kerja sama itu dilakukan di Jakarta dalam acara Halaqoh Nasional Pelibatan Penyuluh Agama, Da'i dan Da'iyah untuk Mendukung Percepatan Penurunan Stunting, Kamis (6/10/2022).
Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan satu windu ke depan Indonesia akan menghadapi bonus demografi ketika penduduk usia produktif berjumlah dua kali lipat dari penduduk anak-anak dan lansia. Namun, di tengah peluang itu, Indonesia masih dibayangi dengan tantangan angka stunting yang masih cukup signifikan. Berdasarkan studi status gizi Indonesia padq 2021 1 dari 4 balita Indonesia mengalami stunting.
"Ini berpotensi mendatangkan dampak berlipat, karena menganggu perkembangan otak anak sampai mengancam produktivitas ketika dewasa. Artinya ini bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga problem kemanusiaan bahkan bisa menghambat perekonomian dan masa depan pembangunan negara," kata Wapres.
Pemerintah menurutnya secara agresif telah melaksanakan berbagai upaya dan program untuk mempercepat proses penurunan stunting sesuai dengan target yakni berada di angka 14 persen pada 2024 mendatang. "Tentu dibutuhkan kerja cepat dan cerdas serta kolaborasi semua pihak, termasuk partisipasi aktif dari penyuluh agama da'i dan da'iyah dalam proses mencapai target ini," ungkapnya.
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan pemerintah punya waktu kurang 2,5 tahun sampai akhir 2024 untuk mencapai target stunting di angka 14 persen. Tantangan ini menurutnya perlu upaya optimal antar pihak karena stunting di Indonesia saat ini berada di angka 24,4 persen sementara standar WHO berada di angka maksimal 20 persen.
"Kami telah melakukan berbagai program, juga termasuk MoU bimbingan perkawinan calon pengantin yang dilaksanakan 3 bulan sebelum nikah, juga melalui halaqoh nasional ini mudah-mudahan percepatan penurunan stunting dengan meningkatkan pengetahuan kepada masyarakat akan lebih cepat tercapai," ujarnya.
Hasto menerangkan stunting merupakan kondisi gagal tumbuh dan perkembangan yang dialami oleh anak-anak karena kurangnya asupan gizi dan juga kurang sehat karena penyakit infeksi berulang serta pola asuh yang tidak optimal terutama sejak seribu hari kehidupan pertama saat pertemuan sel telur dan sperma sampai dua tahun pertumbuhan. Dampaknya perkembangan tinggi badan yang tidak optimal, juga kecerdasan yang kurang.
"Kondisi ini jadi tantangan karena kita menghadapi bonus demografi dimana usia produktif harus benar-benar berkualitas. Bonus demografi hanya 2030 sampai 2040 jika tidak dimanfaatkan dengan generasi yang unggul kita tidak bisa mentranformssikan bonus demografi jadi bonus kesejahteraan," jelasnya.
Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan upaya para penyuluh agama, da'i, dan da'iyah dalam menekan angka stunting juga merupakan wujud pelaksanaan perintah agama yang menyebutkan agar manusia tidak mewariskan generasi yang lemah melainkan sebaliknya mesti menghasilkan generasi yang unggul. Oleh karena itu kegiatan ini sejalan pula dengan program kerja kementerian karena Menag yakin bahwa penurunan stunting jadi upaya yang diperlukan bagi kelangsungan bangsa dan negara di masa yang akan datang.
"Kami akan terus memperkuat peran penyuluh agama di tengah masyarakat bersama da'i dan da'iyah. Kami juga akan terus meningkatkan kualitas bimbingan masyarakat. Selain para da'i dan da'iyah yang diberi penguatan, petugas KUA juga perlu dikuatkan karena di KUA ada fungsi bimbingan perkawinan agar ada pembekalan kepada petugas kami terkait dengan penurunan stunting kepada calon pengantin," pungkasnya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau operasional Koperasi Desa Meraih Putih (KDMP) di wilayahnya pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Kemnaker membuka pelatihan vokasi bagi 50.000 pekerja terdampak PHK pada 2024-2026. Simak syarat, pilihan pelatihan, fasilitas, dan cara daftar.
Jelang musim hujan, DPRD Jogja meminta Pemkot mengantisipasi genangan, mengevaluasi drainase tua, dan mencegah penumpukan sampah di depo.
Sebanyak 195 lansia di Sleman diwisuda dari Sekolah Lansia Standar 2 pada 2026. Program ini mendorong lansia sehat, mandiri, aktif, dan produktif.
BPD DIY meraih tiga prestasi di Frontliner Championship BPDSI 2026. Capaian ini menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas layanan nasabah.
Hari Santri Nasional menjadi momentum memperkuat literasi digital di pesantren untuk membentengi generasi muda dari intoleransi dan radikalisme.