SPMB SMP Gunungkidul 2026: Jalur Domisili Dibuka 29 Juni
SPMB SMP Gunungkidul 2026 buka jalur domisili 29 Juni. Dinas Pendidikan terapkan aturan cegah kecurangan KK tempel.
Foto ilustrasi. /Ist-Everypixel
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Sedikitnya 1.341 petugas diterjunkan untuk pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regosek) 2022. Rencananya kegiatan ini berlangsung selama sebulan, mulai 15 Oktober hingga 14 November 2022.
Kepala BPS Gunungkidul, Rintang Awan Eltribakti mengatakan, persiapan untuk pendataan regosek 2022 sudah dilakukan. Selain merekrut pentugas pendataan, juga telah dilaksankaan pelatihan untuk pelaksanaan di lapangan. “Pelatihan dilaksanakan pada 26 September hingga 7 Oktober di Kota Jogja,” katanya kepada wartawan, Jumat (14/10/2022).
Dia menjelaskan, total ada 1.341 petugas yang diterjunkan untuk pendataan. Rencananya, pendataan awal Regsosek akan menyasar seluruh keluarga di Gunungkidul.
Prosesnya dilakukan secara door to door atau layaknya sensus penduduk. “Besok [Sabtu 15/10/2022] kita mulai dan pelaksanaannya berlangsung hingga 14 November 2022,” kata Eltri.
BACA JUGA: Warga Klegung Gunungkidul Berharap Jalan Rusak Bertahun-tahun Bisa Diperbaiki
Menurut dia, kegiatan ini merupakan porgam nasional. Pelaksanannya dilakukan secara serentak dilakukan seluruh BPS di setiap provinsi di Indonesia.
“Mudah-mudahan pendataan di Gunungkidul berjalan dengan lancar dan bisa selesai tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah disusun,” katanya.
Eltri menjelaskan, regsosek akan menjadi cikal bakal basis data perlindungan sosial. Data ini juga jadi dasar pengambilan kebijakan.
Tujuan utama untuk menangkap dinamika perubahan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, juga dijadikan dasar program pemberdayaan ekonomi pemerintah kepada masyarakat. “Pasti kami akan ikut berpartisipasi dalam menyukseskan program ini,” katanya.
Lurah Pacarejo, Semanu, Suhadi mengatakan, ada sekitar 30 petugas yang diterjunkan untuk pendataan awal Regosek di Kalurahan Pacarejo. Meski demikian, pihaknya tidak ikut menangani karena pelaksanaan langsung ditangani oleh BPS.
Meski demikian, ia meminta kepada petugas pendataan tidak asal mendata. Terlebih lagi, sebelum pelaksanaan sudah ada pelatihan selama dua hari di Kota Jogja berkaitan dengan petunjuk teknis dan pedoman pelaksanaan di lapangan. “Makanya jangan hanya asal terawang dari jarak jauh. Tapi, harus mendatangi rumah ke rumah secara langsung,” katanya.
Menurut dia, pendataan langsung ke rumah secara langsung merupakan hal yang wajib. Hal ini untuk mendapatkan data yang riil sesuai dengan kondisi di lapangan sebenaranya. “Jadi tidak boleh asal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SPMB SMP Gunungkidul 2026 buka jalur domisili 29 Juni. Dinas Pendidikan terapkan aturan cegah kecurangan KK tempel.
El Nino 2026 diprediksi terjadi Juli-Oktober. Mendagri Tito Karnavian meminta seluruh kepala daerah memperkuat mitigasi kekeringan dan karhutla.
Kemenkeu memperpanjang penempatan dana Rp281 triliun di Himbara hingga akhir 2026 dan menyiapkan dana siaga Rp100 triliun untuk menjaga likuiditas bank.
Bayi perempuan ditemukan di kebun jagung Klaten dalam kondisi memprihatinkan. Polisi menyelidiki dugaan pembuangan bayi, sementara korban dirawat intensif.
Bulog menarik Minyakita produksi PT KMR yang diduga berbau solar di tiga daerah Jateng dan memastikan seluruh produk diganti.
Kemenko PMK mengkaji isu 60.000 calon mahasiswa mundur dari SNBP dan menelusuri dugaan penyebab, termasuk faktor UKT serta kondisi ekonomi.