Fazzio Youth Festival 2026 Capai Puncak di Solo, JKT48 Siap Meriahkan
Yamaha kembali menghadirkan ruang ekspresi bagi generasi muda melalui Fazzio Youth Festival 2026, ajang tahunan yang memadukan kreativitas, olahraga
Suasana pertemuan anggota Wahana Keluarga Celebral Palsy (WKCP) berkumpul bersama di Slaman City Hall, Sleman, Minggu (16/10/2022)./Harian Jogja-Sirojul Khafid
SLEMAN—Wahana Keluarga Celebral Palsy (WKCP) berkumpul bersama di Slaman City Hall, Sleman, untuk memperingati Hari Celebral Palsy Sedunia, Minggu (16/10/2022). Dengan mengambil tema Memajukan Kreativitas, Mari Meraih Inovasi Lebih Besar untuk Kesetaraan, anak-anak dengan Celebral Palsy serta orangtua pendampingnya bersenang-senang bersama melalui berbagai kegiatan.
Ada lomba, senam, pembagian doorprize, melukis, sampai foto bersama. Ketua WKCP, Hertiana Prasetyawati, mengatakan apabila kegiatan ini menjadi momen meningkatkan kreativitas dan inovasi yang sudah ada. “Hal ini agar bisa meningkatkan kulitas hidup keluarga,” kata Hertiana.
Dia juga berpesan pada para anggota yang tersebar di seluruh DIY untuk selalu kuat dan semangat mendampingi anak-anaknya. Lelah dan letih akan indah pada waktunya. “Kita juga perlu memanfaatkan teknologi dan kemajuan pengetahuan agar semakin baik dalam mendampingi anak-anak celebral palsy,” katanya.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengatakan apabila WKCP merupakan komunitas yang mulia. Apresiasi yang sebesar-besarnya untuk komunitas yang anggotanya sudah mencapai 300 orang tersebut.
“Kepedulian Anda semua meningkatkan kualitas hidup para anak celebral palsy. Pemerintah Kabupaten Sleman berupaya memberikan hak dan peluang yang adil kepada seluruh masyarakat, termasuk dalam layanan publik,” kata Kustini dalam sambutan tertulisnya.
Saat ini, pekerjaan rumah bersama yaitu mengurangi bahkan menghilangkan stigma negatif pada kelompok difabel. Perlu usaha yang terus-menurus dan konsisten. “Mari mulai dengan menyediakan fasilitas umum yang ramah, termasuk di ruang publik,” katanya.
Selain fasilitas yang ramah difabel, agar pendampingan dari pemerintah semakin tepat sasaran, Kepala Dinas Sosial Sleman, Eko Suhargono, mengatakan semua warga difabel perlu terdata. “Kelengkapan data penting bagi pemerintah untuk melakukan tindakan, memberikan kepedulian dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat,” kata Eko.
Pendataan bisa dilakukan melalui tingkat desa dengan membawa rekam medis yang menunjukan kondisi bersangkutan. Sehingga apabila perlu bantuan alat bantu, bisa diberikan oleh pemerintah sesuai kebutuhan. “Bantuan akan keluar apabila ada yang mengajukan, jadi silakan untuk mengajukan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Yamaha kembali menghadirkan ruang ekspresi bagi generasi muda melalui Fazzio Youth Festival 2026, ajang tahunan yang memadukan kreativitas, olahraga
KPK memantau usulan pembentukan badan khusus pengelola aset rampasan dalam pembahasan RUU Perampasan Aset dan meminta efektivitasnya dikaji.
Ajax resmi meminjam Marc-Andre ter Stegen dari Barcelona hingga akhir musim 2026/2027 untuk memperkuat lini penjaga gawang.
Peran perempuan dalam memperkuat tata kelola iklim dan kebencanaan di kawasan ASEAN menjadi fokus pembahasan dalam 2nd Talking ASEAN and Regional Dialogue 2026
Kemendagri mengkaji penggunaan Dana Alokasi Umum untuk membantu daerah yang mengalami kesulitan fiskal membayar gaji PPPK.
Pemerintahan Donald Trump mengusulkan penutupan Konsulat Jenderal AS di Medan sebagai bagian dari efisiensi jaringan diplomatik global.