Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Ilustrasi./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, SLEMAN — Memasuki musim hujan yang disertai dengan cuaca ekstrem beberapa waktu terakhir, masyarakat diimbau tidak menutup saluran drainase yang bisa menyebabkan limpasan air di saat hujan deras.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Taufiq Wahyudi menjelaskan penutupan aluran drainase sembarangan dapat menyebabkan air yang semestinya masuk ke saluran jadi meluap ke jalan.
Selain itu, saluran drainase yang tertutup juga membuat tumpukan sampah di dalamnya sulit dibersihkan sehingga menghambat aliran. “Saluran yang tidak ada manhole-nya yang kemudian buntet ini kan airnya jadi melimpas ke jalan,” ujarnya, Selasa (25/10/2022).
Warga yang menutup drainase tanpa izin menurutnya banyak yang tidak tahu bagaimana idealnya penutupan drainase. Penutupan drainase yang ideal adalah dengan memberi manhole yang berjarak setiap tiga meter. “Di Sleman banyak yang belum menerapkan itu,” katanya.
BACA JUGA: Percepat Pertumbuhan Ekonomi Warga Sleman lewat KSCT
Kesadaran masyarakat terkait hal ini menurutnya masih minim. Banyak mereka yang menutup saluran drainase tanpa mengajukan izin terlebih dahulu. “Padahal sosialisasi selalu dilakukan di Panewu dan Kalurahan yang diteruskan ke kepala dukuh dan warga,” ucap dia.
DPUPKP Sleman akan memberi peringatan kepada warga yang menutup saluran drainase tanpa izin. Namun, jika sudah terlampau ekstrem, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk memberi sanksi tegas.
Hal ini sebelumnya pernah dilakukan pada warga yang menutup saluran drainase tanpa izin menggunakan corblok, beberapa waktu lalu. Orang tersebut juga menyalahi batas maksimal tanpa manhole sepanjang 25 meter.
Selain memberi peringatan dan sanksi, pihaknya juga berharap antara warga, ketua RT, ketua RW, kepala dukuh dan seterusnya bisa saling mengingatkan. Jika terjadi penutupan yang tidak sesuai ketentuan, jangan ragu untuk memberi teguran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
IDAI mengingatkan bahaya heat stroke pada anak saat cuaca panas ekstrem akibat El Nino. Orang tua diminta atur aktivitas dan cairan.
Defisit APBN April 2026 turun ke Rp164,4 triliun, keseimbangan primer kembali surplus Rp28 triliun.