BGN Kaji Sanksi SPPG Kulonprogo Usai Kasus Keracunan
BGN mengkaji sanksi SPPG di Kulonprogo setelah kasus keracunan. Dari 424 SPPG di DIY, baru 415 yang memiliki SLHS.
Kepala Bidang Cipta Karya, DPUPKP Sleman, Sukarmin ditemui di kantornya, Senin (24/10/2022)./Harian Jogja-Anisatul Umah
SLEMAN - Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui Kawasan Strategis Cepat Tumbuh (KSCT).
Kepala Bidang Cipta Karya, DPUPKP Sleman, Sukarmin mengatakan dengan adanya program ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman bisa menangani jalan-jalan lingkungan.
Untuk tahun ini, pihaknya menyiapkan anggarkan Rp16 miliar untuk reguler, dan Rp10 miliar untuk pemeliharaan, sehingga total anggaran tahun ini Rp26 miliar.
Infrastruktur jalan yang bagus akan memudahkan masyarakat dalam beraktivitas sehingga perekonomian bisa terdongkrak. "Pergerakan ekonomi akan semakin meningkat. Infrastruktur jalan ditujukan untuk menghubungkan pasar, aktivitas pendidikan, dan aktivitas kesehatan. Kami memang memilih ruas-ruas yang seperti itu," kata dia kepada Harian Jogja, Senin (24/10/2022).
BACA JUGA: Ditanya ORI, Terduga Pelaku Intimidasi di Kantor Satpol PP Kulonprogo Kompak Lupa dan Tidak Tahu
Menurutnya, semua jalan-jalan lingkungan di Bumi Sembada sudah terbangun. Sehingga alokasi anggaran dari DPUPKP dialokasikan untuk pemeliharaan dan peningkatan. Peningkatan disini misalnya dari jalan cor blok diubah menjadi jalan aspal.
"Rata-rata untuk peningkatan [alokasi anggarannya]. Keadaan jalan di Sleman sudah ter aspal dulu ada program bantuan swadaya dengan bantuan pemerintah," ucapnya.
DPUPKP menampung semua laporan-laporan dari masyarakat terkait kondisi jalan rusak. Aduan yang masuk biasanya dalam bentuk proposal dari desa. Nantinya, DPUPKP akan mengecek langsung ke lapangan.
Jika anggaran belum mencukupi untuk melakukan perbaikan di semua titik maka akan dilakukan dengan skala prioritas. Menurutnya beberapa tahun ini sudah berjalan secara bottom up, bukan top down.
Maksimalkan Layanan
Selain fokus dalam memperbaiki jalan lingkungan, DPUPKP mengerjakan pembangunan gedung pemerintah dan kantor-kantor kapanewon.
Gedung terbesar yang saat ini sedang dibangun adalah Mal Pelayanan Publik yang nilai kontraknya mencapai lebih dari Rp67 miliar.
Saat ini pembangunan sudah berjalan dan ditargetkan rampung para September 2023 mendatang. Kemudian pada awal 2024 Mal sudah mulai dioperasikan.
"Kami kan hanya pelaksana, mewujudkan visi misi Bupati Sleman. Bupati ingin salah satunya pelayanan pada masyarakat cepat dengan membangun gedung Mal Pelayanan Publik," ujar dia.
Setelah beroperasi, masyarakat nantinya lebih mudah mengurus izin melalui satu pintu. Menurutnya saat ini embrio pelayanan satu pintu ini sudah ada, namun ruangannya masih terbatas. "Banyak instansi yang ingin bergabung, banyak gerai yang mau layani masyarakat makanya kami bangun baru," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BGN mengkaji sanksi SPPG di Kulonprogo setelah kasus keracunan. Dari 424 SPPG di DIY, baru 415 yang memiliki SLHS.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Senin 24 Agustus 2026 tersedia pagi hingga malam. Cek rute, jam keberangkatan, dan tarif Rp80.000.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 24 Agustus 2026 tersedia sejak dini hari hingga malam. Cek jadwal YIA-Jogja dan sebaliknya.
Jadwal KRL Palur-Jogja Senin 24 Agustus 2026 lengkap dari Palur, Solo hingga Stasiun Jogja. Cek jam kedatangan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 24 Agustus 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, termasuk jam keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 24 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Jogja dan Kutoarjo, termasuk informasi perjalanan.