KPK Usut Dana Kebencanaan BNPB, Sita Uang Rp3,3 Miliar
KPK menetapkan lima tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan dana kebencanaan BNPB. Penyidik menyita uang Rp3,3 miliar dan aset lainnya.
Desa Wisata Jamu Kiringan./Harian Jogja-Dwi Cahyanti
Harianjogja.com, BANTUL – Jamu tradisional pada umumnya hanya terdiri dari basah dan kering, tetapi Desa Wisata Jamu Kiringan, punya inovasi lain. Perajin jamu tradisional di Kiringan, Kalurahan Canden, Kapanewon Jetis, Bantul yang menyulap jamu dalam berbagai model baru, salah satunya dalam bentuk selai.
Kepala Dukuh Kiringan, Bantul Sudiatmi mengatakan jamu yang diproduksi oleh perajin jamu tradisional di Kiringan yaitu jamu basah (siap saji) dan kering antara lain kunyit ayam, beras kencur, jamu watukan, jamu sehat lelaki, sehat perempuan, kunyit sirih, dan lainnya. Jamu basah mampu bertahan 12 jam, sedangkan untuk jamu kering dan modifikasinya mampu bertahan hingga satu tahun.
Bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatan jamu tersebut antara lain rempah-rempah, mpon-mpon, dan lainnya. bahan yang digunakan bersumber dari luar, tetapi ada sebagian bahan yang berasal dari Kirikan seperti jeruk nipis, daun papaya, dan lainnya.
“Inovasi terbaru yang dibikin yaitu dalam bentuk selai, awalnya coba-coba karena selai asam, lalu kunyit dengan asam menghasilkan rasa asam, terus dicoba bikin selai dan berhasil. Ada selai dari wedang uwuh, jahe, beras kencur,” kata Sudiatmi, Rabu, (26/10/2022).
BACA JUGA: Ombak Tinggi Terjang Pantai Depok, Satu Warung Rusak
Selain diubah menjadi selai, juga di ubah menjadi teh celup (teh rasa jamu), serta kopi kloso (dari biji asam). “Kopi pada umumnya bikin orang susah tidur, tetapi kopi kloso ini berbanding kebalik dengan kopi pada umumnya, kalau minum kopi ini justru malah bikin ngantuk, enak untuk tidur,” kata Sudiatmi.
Untuk rasa, juga mampu dimodifikasi, beras kencur dan kunyit ayam original dapat dicampur dengan madu, telur, gula jawa, susu, soda, dan lainnya. Modifikasi rasa dibuat, karena pada umumnya banyak yang tidak menyukai pahit, untuk itu dibuat kekinian dari segi rasa.
Jamu di Kiringan sudah terkenal diberbagai daerah hingga mancanegara seperti, Bantul, Jogja, Jakarta, Bandung, Jepang, Amerika, serta Singapura.
Harga jual jamu tersebut terbilang murah, mulai dari Rp5000-Rp25.000 an, tergantung jenis dan ukuran. Pemasaran jamu ini melalui online, serta reseller juga. “ Kendalanya hanya di musim hujan, karena pihak yang keliling tidak lancar, terhambat oleh hujan,” paparnya.
Sudiatmi berharap untuk kedepannya akan menjadi lebih maju dan lebih berinovasi lagi. “Karena sudah menjadi Desa Wisata Kebugaran, nantinya akan ada rencana inovasi baru seperti sabun, lulur, kapsul/tablet, serta, pijat, dan lainnya,”, ujar Sudiatmi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menetapkan lima tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan dana kebencanaan BNPB. Penyidik menyita uang Rp3,3 miliar dan aset lainnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 18 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu berangkat, rute, stasiun, dan tarif Rp8.000.
DeepSeek mengalami gangguan selama lima jam. Pelanggan berbayar mendapat kredit pengembalian dana, sementara kebutuhan komputasi jadi sorotan.
Kopi jumbo 1,5 liter viral di Korea Selatan. Selain tampil unik di media sosial, minuman ini dinilai lebih hemat di tengah inflasi.
Jogja Bay menghadirkan Bay Culture Show bertema Ramayana di Kolam Ombak. Simak jadwal pertunjukan Oktober 2026 dan harga tiket mulai Rp90.000.
OJK DIY mencatat lebih dari 12.000 laporan penipuan digital hingga September 2026 dengan potensi kerugian melampaui Rp100 miliar.