Kemiskinan DIY Satu Digit, Turun Tertinggi se-Jawa pada Maret 2026
Kemiskinan DIY turun menjadi 9,70% pada Maret 2026, tertinggi penurunannya di Jawa. Penduduk miskin berkurang menjadi 408.870 jiwa.
Ilustrasi jaringan gas/jibi
Harianjogja.com, SLEMAN - Pembangunan jaringan gas (Jargas) di Kabupaten Sleman akan dimulai bulan depan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman telah menandatangani kerjasama dengan PT PGN Tbk, Rabu (26/10/2022) kemarin.
Di tahap awal, Jargas akan dipasang untuk 5.000-an sambungan rumah (SR) di Kabupaten Sleman, dari target sekitar 11.000-an di SR di Sleman dan Jogja.
General Manager SOR III PGN, Edi Armawiria menyampaikan perizinan, penentuan jalur, utilisasi, dan lainnya akan rampung pada November 2022.
Sehingga konstruksi juga akan dimulai pada bulan tersebut. Disaat yang bersamaan sosialisasi ulang ke masyarakat akan dilakukan. "Kerja sama ini adalah program bersama antara PGN dengan Pemkab Sleman untuk mewujudkan proyek strategis pemerintah," ucapnya.
BACA JUGA: Hendak Memangkas Pohon, Pria di Sleman Tersetrum
Pembangunan Jargas ini ditujukan untuk pelanggan rumah tangga, komersial, bisnis, dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). PGN telah menyurvei daya beli masyarakat yang digunakan sebagai acuan pelaksanaan program ini.
Dia menjelaskan konsep Jargas di Sleman dan Jogja ini berbeda. Gas tidak langsung dialirkan ke pelanggan dari sumber pasokan, namun gas diangkut menggunakan moda transportasi. Sebelum diangkut gas dikompres menjadi CNG atau LNG.
"Kami akan membangun hub di Sleman, dari sana kami akan membangun pipa distribusi untuk menyalurkan gas ke pelanggan di Sleman dan Jogja," paparnya.
Anggaran yang digunakan untuk membangun Jargas di Sleman tidak berasal dari APBN, namun penugasan negara ke Badan Usaha untuk bisa menggantikan konsumsi LPG masyarakat, di mana 80% elpiji pemenuhannya masih dari impor.
Bupati Kabupaten Sleman, Kustini Sri Purnomo menyampaikan ucapan terima kasih atas terlaksananya kerjasama ini, apalagi Sleman merupakan kota wisata dan pendidikan. Banyak sekali hotel, restoran, dan perguruan tinggi di Sleman.
"Sleman ini penduduknya padat, banyak mahasiswanya juga. Ada sekitar tujuh perguruan tinggi negeri [PTN] besar dan ada puluhan perguruan tinggi swasta [PTS]. Pastinya kebutuhan energi mereka ini sangat besar," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan sosialisasi telah dilakukan di kapanewon yang akan dipasangi Jargas, seperti Depok, Ngaglik, dan Mlati. "Harapannya kegiatan ini bisa berjalan dengan baik. Perizinan kami perlancar karena ini untuk kemandirian energi nasional."
Sebelumnya penandatanganan perjanjian dilakukan oleh General Manager, SOR III PGN, Edi Armawiria dengan Bupati Kabupaten Sleman Kustini Sri Purnomo, didampingi oleh Group Head, City Gas Project PGN Agung Kusbiantoro dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman Hardo Kiswoyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemiskinan DIY turun menjadi 9,70% pada Maret 2026, tertinggi penurunannya di Jawa. Penduduk miskin berkurang menjadi 408.870 jiwa.
Harga pangan hari ini mencatat cabai rawit merah Rp67.350 per kg. Simak harga beras, telur, daging, gula, dan minyak goreng.
Babak baru perjalanan kuliner Indonesia dimulai dengan hadirnya ROSO Restaurant Yogyakarta di Grand Hotel De Djokja pada 17 Agustus 2026.
TNI AU menyiapkan enam pesawat untuk mengirim bantuan logistik dan tenaga kesehatan bagi korban gempa di NTT.
APNI mendukung BMKS gagasan Prabowo. Bursa mineral dinilai bisa mengubah posisi Indonesia dari price taker menjadi market maker.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Selasa 19 Agustus 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.