Skrining Kesehatan Sekolah di Bantul Ungkap Masalah Gigi dan Mental
Dinkes Bantul menemukan banyak pelajar mengalami karies gigi, kurang aktivitas fisik, hingga gejala gangguan mental.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja mendukung gerakan nasional aksi bergizi guna mencegah stunting, terutama pencegahan stunting sejak dini dari remaja putri. Gerakan aksi bergizi itu bertujuan untuk meningkatkan literasi terkait konsumsi gizi seimbang dan pentingnya mengonsumsi tablet penambah darah.
Sekretaris Dinkes Kota Jogja Trisni Winarsih mengatakan gerakan nasional aksi bergizi dilaksanakan di SMP Negeri 8 dan SMP Stella Duce 2. Kegiatan diisi dengan senam bersama, sarapan, minum tablet penambah darah, serta mengisi aplikasi Cegah Anemia Remaja Indonesia (Ceria) dari Kementerian Kesehatan dan flashmob.
“Kegiatan ini untuk meningkatkan literasi warga sekolah tentang pentingnya tablet tambah darah, olahraga, aktivitas fisik dan konsumsi gizi seimbang. Termasuk meningkatkan komitmen sekolah untuk melaksanakan kegiatan aksi bergizi secara rutin,” katanya, Kamis (27/10/2022).
Dia menyebut hasil penelitian Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa 26,8 persen anak usia 5-14 tahun dan 32 persen remaja usia 15-24 tahun mengalami anemia. Anemia erat terkait dengan masalah kesehatan di antaranya stunting. Untuk itu kehadiran gerakan nasional aksi bergizi diharapkan dapat menekan angka stunting sejak dini.
BACA JUGA: Jadwal Pembuangan ke Piyungan Berubah, Sampah di Jogja Menumpuk
Plt Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Jogja, Riska Novriana mengatakan, aksi bergizi adalah salah satu kegiatan preventif stunting dimulai dari remaja. Menjamin remaja untuk tetap sehat, tanpa anemia dan menjadi remaja cerdas dan siap untuk melakukan reproduksi ketika pada saatnya. Komponen dalam gerakan aksi bergizi yakni literasi terkait gizi sehat, perilaku hidup bersih dan sehat, konsumsi tablet tambah darah secara rutin.
"Dukungan dalam kegiatan ini dengan sosialisasi secara bersama-sama, memantau dan memberikan tablet tambah darah. Bagaimana remaja putri minum setiap minggu satu tablet tambah darah. Penanggung jawab utama pihak sekolah dalam hal ini guru dengan tablet tambah darah dari Pemkot,” terang Riska.
Menurutnya saat ini banyak remaja putri yang menghindari makan banyak, tapi justru makan junk food dan menghindari sayur dan buah. Hal itu membuat kondisi tubuh kekurangan gizi yang dibutuhkan. Oleh sebab itu gerakan aksi bergizi itu menjadi bagian dari mengajak, melakukan dan masuk ke dalam perubahan perilaku para remaja agar sehat dan mencegah stunting.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Bantul menemukan banyak pelajar mengalami karies gigi, kurang aktivitas fisik, hingga gejala gangguan mental.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.