OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Foto ilustrasi bus Trans Jogja. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul mengakui adanya pihak yang menganggap Trans Jogja rute Malioboro-Palbapang merebut penumpang bus yang ada sekarang karena rutenya hampir sama yaitu Palbapang ke Pojok Beteng.
Bendahara Organda Kabupaten Bantul, Sumarno turut membenarkan hal itu. Keluhan tersebut, kata dia, diutarakan oleh pihak Koperasi Angkutan Umum Abadi dan sejumlah koperasi lain pengelola bus pemiik rute yang sama dengan Trans Jogja.
Sumarno mengatakan bahwa pembukaan rute baru Trans Jogja Palbapang-Malioboro terkesan tergesa-gesa dikarenakan belum adanya rambu-rambu khusus untuk menandai rute maupun perhentian bus milik Trans Jogja sehingga sempat terjadi penyerobotan titik perhentian.
“Memang benar ada masalah, khususnya ketika Car Free Day. Kami sudah bertemu Dishub Bantul dan mereka sudah meminta maaf terkait dengan hal tersebut. Kami juga sudah sepakat apabila Trans Jogja boleh melintas berarti angkutan umum kami juga harus diperbolehkan begitu pun sebaliknya,” kata Sumarno, Kamis, (10/11/2022).
Sumarno juga mempersoalkan kesepakatan awalnya dengan Dishub Bantul dan DIY terkait dengan penggunaan kartu sebagai alat pembayaran Trans Jogja.
“Kenyataannya Trans Jogja masih menerima pembayaran secara tunai dengan sistem tiket yang bisa dibeli di terminal,” katanya.
Dia mendesak PT Jogja Tugu Trans (JTT) untuk melaksanakan kesepakatan awal dengan menaikkan dan menurunkan penumpang melalui perhentian bus atau bus stop sesuai wilayah masing-masing serta realisasi kartu pembayaran Trans Jogja harus disegera diwujudkan. "Silakan Trans Jogja beroperasi di Palbapang tetapi kesepakatan awal ya harus dijalankan," ucap dia.
BACA JUGA: Seminggu Beroperasi, Trans Jogja Rute Palbapang Diklaim Serobot Penumpang Bus Lain
Sebelumnya, Kepala Bidang Angkutan Jalan dan Prasarana Transportasi Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul, Suyamto. Dia mengatakan Trans Jogja rute Malioboro-Palbapang dianggap merebut penumpang bus yang ada sekarang karena rutenya hampir sama yaitu Palbapang ke Pojok Beteng.
"Tetapi kami meyakinkan bahwa penumpang bus itu dan Trans Jogja itu beda. Penumpang Trans Jogja lebih sering anak-anak sekolah, wisatawan, dan pegawai. Sementara bus lainnya itu lebih banyak penumpang pedagang,” kata Suyamto, Kamis (10/11/2022).
Suyamto menegaskan bahwa Trans Jogja tidak akan mengambil penumpang secara sembarangan. Trans Jogja hanya akan mengambil penumpang yang berdiri area perhentian bus milik Trans Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.