PDAM Bantul Bidik 1.500 Pelanggan Baru, Tiga SPAM Masih Ditunggu
PDAM Bantul menargetkan 1.000-1.500 pelanggan baru pada 2026. Tiga proyek SPAM diusulkan untuk memperluas layanan air bersih.
Ilustrasi bus./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA — Organisasi angkutan darat (Organda) DIY memastikan bakal ada penyesuaian tarif di sektor transportasi seiring dengan naiknya harga bahan bakar minyak (BBM).
Organda yang membawahi layanan bus AKAP, AKDP, barang, wisata dan taksi ini menyebut kenaikan tarif nantinya berkisar 18-22%.
Ketua Organda DIY, Hantoro mengatakan kenaikan harga tarif atau layanan tidak bisa dihindarkan. Hal ini merupakan dampak langsung dari kenaikan harga BBM.
Tidak hanya sektor transportasi, Hantoro menyebut dampaknya disinyalir juga berpengaruh terhadap sektor lain. "Karena kami sudah tidak bisa menawar lagi, ya diterima saja. Dan kami akan berusaha menyesuaikan untuk harga atau tarif," kata Hantoro, Minggu (4/9/2022).
BACA JUGA: BBM Sudah Naik, Bansos BBM di Jogja Malah Belum Jelas
Dia menyebut, kenaikan harga BBM yang mencapai 30% mau tidak mau membuat pengusaha transportasi putar otak. Kedua jenis BBM yang naik yakni Pertalite dan Solar merupakan bahan bakar pilihan utama para pelaku transportasi.
Layanan angkutan perdesaan (angkudes) dan taksi biasanya menggunakan Pertalite, sedangkan untuk angkutan barang atau wisata menggunakan solar. "Tarif pasti disesuaikan karena kami kan enggak bisa menawar soal BBM ini, apalagi naiknya 30 persen lebih. Kenaikan mungkin di sekitar 18-22 persen di semua layanan. Kurang lebih seperti itu," ujarnya.
Pihaknya pun meminta konsumen untuk memahami penyesuaian tarif ini. Menurutnya, hal itu juga merupakan pilihan yang sulit bagi pengusaha transportasi. Jika tarif tidak disesuaikan pengusaha takut merugi.
"Ini kan logis ya, misalnya BBM naik dan harga naik itu wajar, kalau konsumen protes ya mau bagaimana lagi. Kami sesuaikan dampak itu kan tidak ke kami saja, semua merasakan. Semuanya kena," katanya.
Hanya saja, pihaknya meminta pemerintah untuk memastikan ketersediaan stok aman setelah harga BBM dinaikkan. Jangan sampai, pengusaha atau pelaku transportasi kelimpungan akibat stok di sejumlah SPBU langka dan menyebabkan antrean mengular.
"Kalau bagi kami yang penting adalah ketersediaan BBM, kemarin sebelum naik ketersediaan langka sekarang saat naik harapan kami stok aman. Itu yang bisa memperlancar ke kami," ucapnya.
Di sisi lain, pihaknya juga belum mendapatkan informasi detail mengenai bantuan sosial (bansos) yang diberikan pemerintah kepada pekerja transportasi akibat kenaikan harga BBM.
"Bansos itu juga belum tahu jatuhnya ke siapa kami belum tahu, karena tidak disampaikan secara detail siapa yang mendapatkan. Saya juga tidak tahu datanya dari mana itu," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDAM Bantul menargetkan 1.000-1.500 pelanggan baru pada 2026. Tiga proyek SPAM diusulkan untuk memperluas layanan air bersih.
Kementerian Koperasi mengusulkan tambahan anggaran Rp1,34 triliun pada 2027 untuk mempercepat operasional 80.000 Kopdes Merah Putih dan pengembangan koperasi na
Taylor Swift tampil di premiere Toy Story 5, membawakan soundtrack baru dan menyebut film terbaru Pixar itu sebagai favoritnya dalam franchise Toy Story.
RSUD Prambanan menyatakan terbuka memberikan penjelasan medis terkait dugaan malpraktik. Audit internal dan eksternal disebut tidak menemukan kelalaian medis.
Pemkot Pekalongan menyiapkan revitalisasi drainase Jalan WR Supratman senilai Rp5 miliar dari Bankeu Jateng untuk memperlancar aliran air menuju Pompa Sipucung
Menko Pangan Zulkifli Hasan menargetkan penataan ulang Program Makan Bergizi Gratis selesai dalam satu bulan. Pemerintah akan membenahi dapur, penerima manfaat