Pilur Bantul 2026, Calon Lurah Sabdodadi Bicara Digitalisasi Ekonomi
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja meminta warga untuk mewaspadai potensi penyakit demam berdarah dengue (DBD) menyusul datangnya musim hujan. Sampai dengan November ini total warga yang terserang DBD ada sebanyak 153 orang dengan dua di antaranya meninggal dunia.
Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja, Endang Sri Rahayu mengatakan, pada tahun ini jumlah penderita DBD mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Pada tahun lalu total ada sebanyak 94 kasus DBD dengan satu pasien meninggal dunia. Oleh karenanya kewaspadaan masyarakat harus ekstra untuk mencegah.
"Memang ada tren kenaikan dibandingkan tahun lalu, layanan tetap kami berikan lewat sosialisasi kepada masyarakat agar potensi penyakit ini bisa dicegah, apalagi dengan masuknya musim hujan," kata Endang, Jumat (11/11/2022).
BACA JUGA: Demam Bisa Reda dengan Baluran Telur Rebus, Hoaks atau Fakta?
Dari 153 penderita yang terdeteksi pada tahun ini, lonjakan kasus cukup signifikan terjadi pada bulan Januari lalu dengan jumlah penderita sebanyak 41 orang kemudian disusul pada Mei dengan 22 penderita.
Menurut Endang, meningkatnya potensi penyakit DBD dikarenakan masih ada warga yang abai dengan gerakan 3M plus. "Angka Case Fatality Rate [CFR] 1,3 persen dan memang melampaui target pemerintah yang menetapkan kurang dari satu persen CFR DBD. Makanya kita tetap tidak bosan mengimbau dan sosialisasi agar penerapan 3M plus ini dijalankan," ungkap dia.
Endang meminta agar kewaspadaan masyarakat terhadap penyebaran penyakit DBD bisa dimaksimalkan terutama pada saat musim penghujan ini. Gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan pola 3M plus diharapkan bisa dijalankan dengan optimal di lingkungan masing-masing.
Selain itu, pihaknya juga berharap agar warga bisa menggerakkan satu rumah satu juru pemantau jentik. "Menutup tempat penampungan air, menguras, memanfaatkan kembali barang yang bisa dipakai, memanjat talang, hindari gigitan nyamuk dengan baju panjang, rapelent, tanaman pengusir nyamuk dan lain sebagainya harus dibiasakan untuk mencegah DBD," kata Endang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.