WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Ilustrasi sejumlah peserta mengikuti Sleman Temple Run 2021 di kompleks Candi Banyunibo./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN — Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman kembali mengajak para pelari untuk menyusuri sejumlah candi dalam Sleman Temple Run #7.
Diikuti 660 peserta dari berbagai negara, Sleman Temple Run #7 akan berlangsung pada 20 November mendatang di Candi Banyunibo, Kalurahan Bokoharjo, Kapanewon Prambanan.
Kepala Dispar Sleman, Ishadi Zayid, menjelaskan kompetisi lari yang sudah berlangsung sejak 2015 ini merupakan bentuk promosi destinasi wisata atau sport tourism, khususnya kekayaan wisata cagar budaya berupa candi yang tersebar di Sleman.
“Karena promosi wisata melalui event berdampak signifikan terhadap destinasi wisata dalam bentuk tumbuhnya aktivitas ekonomi serta dampak terhadap wisatawan itu sendiri dengan memberikan pengalaman dan kenangan yang spesifik,” ujarnya, Jumat (11/11/2022).
BACA JUGA: BREAKING NEWS: Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Pagi Ini
Potensi wisata budaya dengan ikon candi yang berada di kawasan Perbukitan Shiva Plateau menjadikan Sleman Temple Run sebagai ajang lari lintas alam dari candi ke candi, yang hanya dimiliki Kabupaten Sleman.
Untuk menambah daya tarik, Sleman Temple Run #7 juga akan menampilkan potensi masyarakat lokal di sepanjang rute lari, seperti jatilan di Watu Balik, hadrah dan badui di Umbulsari, srandul di Candi Ijo, barongan di Candi Barong dan lainnya.
Race Director Sleman Temple Run #7, Roostian Gamananda, menuturkan ada tiga kategori dalam kompetisi ini, yakni 25K, 13K dan 7K. Peserta yang telah terdaftas sebanyak 660 peserta dari Amerika Serikat, Australia, Canada, India dan Indonesia.
“Fasilitas peserta meliputi race pack, kaos finisher, medali finisher, disediakan lima water station, tim medis dan fisioterapi di water station dan venue, snack pagi dan makan siang, BIB atau nomor dada. Event ini terbuka untuk wisatawan di sepanjang jalur,” kata dia.
Adapun hadiah bagi para pemenang baik kategori putra maupun putri meliputi kategori 25K juara I Rp10 juta; pemenang II Rp8 juta dan pemenang III Rp6 juta.
Kategori 13K juara I Rp8 juta; pemenang II Rp6 juta; dan pemenang III Rp4 juta. Sementara untuk Kategori 7K, juara I Rp1,5 juta; pemenang II Rp1 juta; dan pemenang III Rp500.000.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.
Film Indonesia berlatar Jogja raih penghargaan di Cannes 2026. Kisah identitas ‘Yanto’ memikat penonton dunia.
Pantai Glagah jadi motor lonjakan PAD pariwisata Kulonprogo 2026. Kunjungan wisatawan ikut meningkat tajam.
UPN Jogja nonaktifkan dosen terduga pelaku kekerasan seksual. Kasus ditangani Satgas, korban dilindungi.