Program MBG di Gunungkidul Resmi Dihentikan Sementara, Ini Alasannya
Program Makan Bergizi Gratis di Gunungkidul dihentikan sementara selama libur sekolah, layanan kembali aktif 13 Juli 2026.
Ilustrasi angkutan umum/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Sedikitnya 555 angkutan umum di Gunungkidul mendapatkan bantuan susbidi di sektor transportasi. Kebijakan ini dilakukan untuk mengurangi dampak kenaikan BBM yang berlaku sejak awal September 2022 lalu. Total alokasi untuk subsidi transportasi yang diberikan sebesar Rp1,01 miliar.
Kepala Seksi Angkutan, Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul, Agus Supriyono mengatakan program subsidi transportasi merupakan instruksi dari Pemerintah Pusat. Hal ini diberikan sebagai dampak dari kenaikan harga BBM sehingga inflasi bisa terkendali.
“Ada pemangkasan anggaran sekitar dua persen dari DAU dan bagi hasil untuk program pengendalian inflasi. salah satunya dipergunakan untuk subsidi transportasi,” katanya, Senin (14/11/2022).
Agus mengungkapkan, anggaran yang disediakan untuk subsidi sebesar Rp1,01 miliar. Rencananya pagu tersebut diberikan kepada pengusaha angkutan sebanyak 555 orang. “Subsidi untuk angkutan barang dan penumpang. Setiap armada mendapatkan bantuan sebesar Rp612.000,” katanya.
BACA JUGA: Ratusan Siswa di SD Muhammadiyah Bogor, Gunungkidul Jalani Pemulihan Mental
Dia menambahkan, penyaluran bantuan subsidi akan diberikan pada Desember mendatang. Adapun prosesnya, Dishub Gunungkidul tidak menangani sendiri karena penyaluran diserahkan melalui kantor pos.
“Sudah ada perjanjian kerja sama untuk pelaksanaan penyaluran. Selain itu, tata cara pemberian bantuan subsidi juga dituangkan dalam Peraturan Bupati,” kata Agus.
Diharapkan pemberian bantuan bisa bermanfaat bagi pemilik angkutan sehingga dampak dari kenaikan BBM bisa dikurangi. “Sebelum penyaluran juga sudah dilaksankaan validasi calon penerima bantuan agar tidak terjadi tumpang tindih bantuan yang lain,” katanya.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Setda Gunungkidul, Siti Isnaini Dekoningrum Nur Handayani mengatakan, ada instruksi tegas dari Pemerintah Pusat untuk pengendalian dampak dari inflasi. Salah satunya menyangkut kebijakan kenaikan harga BBM.
Menurut dia, sudah ada alokasi Rp4,6 miliar untuk kompensasi kenaikan BBM. Selain untuk subsidi transportasi, pagu anggaran juga dipergunakan untuk Bantuan Langsung Tunai bagi nelayan, tukang ojek dan UMKM.
Selain itu, juga ada program padat karya di 15 titik dan pembangunan jalan usaha tani sebanyak delapan titik. Diharapkan program ini dapat mengendalikan laju inflasi. “Ya kalau inflasi terkendali akan ada penghargaan sebesar Rp10 miliar sehingga kami serius untuk penangulangan agar dampaknya bisa terkendali,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program Makan Bergizi Gratis di Gunungkidul dihentikan sementara selama libur sekolah, layanan kembali aktif 13 Juli 2026.
Penandatanganan itu menandai resminya pembukaan pelayanan keimigrasian di MPP Klaten.
Michael Olise mencetak lima assist di Piala Dunia 2026 dan menyamai rekor legenda dunia. Ia kini hanya berjarak satu assist dari Pele.
Event yang digelar di kawasan wisata Bukit Cinta Watu Prahu, Desa Gununggajah, Kecamatan Bayat itu menjadi momentum penting mengenalkan potensi geowisata.
Yamaha resmi tunjuk Jorge Martín dan Ai Ogura sebagai pebalap tim pabrikan MotoGP 2027-2028. Duet juara dunia dan bakat muda ini siap hadapi era baru.
SDN Kokap Kulonprogo mendapat dana APBN Rp2,1 miliar untuk relokasi sekolah terdampak pergerakan tanah. Bangunan baru ditargetkan siap Oktober 2026.