Anggaran Paskibraka Jateng Dipangkas, Kuota Tetap 45 Orang
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Pemasangan EWS di sekitar Sungai Gawe./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL — Pokdarwis Srimulyo bekerja sama dengan Kampus Siaga Bencana (KSB) Srimulyo menciptakan early warning system (EWS) secara mandiri. EWS tersebut telah dipasang di sungai Piyungan yang mempunyai potensi banjir.
Anggota Pokdarwis Srimulyo, Isnawan mengatakan bahwa awal gagasan pembuatan EWS tersebut adalah kekhawatiran akan bencana banjir karena wisata pinggir sungai di Kalurahan Srimulyo cukup banyak. Kalurahan Srimulyo memiliki enam kawasan wisata yang berada di pinggir Sungai Gawe.
“Atas gagasan dari Pokdarwis dan Pak Carik Srimulyo. Nah ketua Pokdarwis kami kemudian mencari info siapa yang bisa membuat EWS,” kata Isnawan dihubungi pada Jumat, (18/11/2022).
Isnawan mengatakan bahwa pihaknya belum bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Bantul terkait dengan pembuatan dan pemasangan EWS. Hingga kini, kata dia, EWS itu masih dalam taraf uji coba. “Sementara kami pasang satu. Kalau sudah berhasil nanti kami perbanyak,” katanya.
BACA JUGA: Bangkitkan Pariwisata dan Ekonomi Warga melalui Gelar Seni Budaya
EWS tersebut mempunyai cara kerja yang sama dengan EWS milik BPBD Bantul, yakkni dengan menggunakan sensor. Apabila kondisi sungai sudah mendekati titik awas, maka akan muncul notifikasi di ponsel melalui aplikasi E-Ngatini yang dapat diunduh di Playstore. “Setiap saat bisa kami pantau untuk setiap 10 detik akan muncul informasi terbaru,” ucapnya.
Isnawan menegaskan bahwa satu titik pemasangan EWS dapat diakses oleh 25 ponsel. Batasan pengakses itu sebenarnya bisa ditambah, tetapi hanya memang memerlukan biaya yang besar. "Server yang digunakan juga memakan biaya. Tidak termasuk jasa pembuatan alat, EWS memakan anggaran Rp5 Juta. Karena itu juga masih taraf uji coba,” lanjutnya.," kata dia.
EWS yang mereka beri nama dengan E-Ngatini tersebut dibuat dengan anggaran dari Kalurahan Srimulyo yang beberapa minggu lalu diresmikan menjadi Kampung Siaga Bencana oleh Wakil Bupati Bantul.
Sub Koordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul, Markus Purnomo Adi, mengatakan bahwa kesadaran warga Srimulyo terutama para pelaku usaha yang berada di kawasan wisata sungai sangat tinggi. “Selain EWS mereka juga berkomunikasi dengan warga terkait kondisi debit sungai,” kata Markus dihubungi pada Jumat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Kemendagri membuka Program Masadagri Batch III 2026 dengan 65 posisi magang di 12 unit kerja. Pendaftaran dibuka 15-19 Agustus 2026 untuk mahasiswa D4 dan S1.
Festival seni rupa ARTJOG kembali digelar di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta. Berlangsung sejak 19 Juni hingga 30 Agustus 2026
Desain iPhone 17 Pro kini menginspirasi HP Android. Huawei Nova 16 SE, Itel Power 80, HMD Asha 305, dan Oppo A7 Pro Max hadir dengan harga mulai Rp1 jutaan.
Prabowo menjelaskan SMA Unggul Garuda menggunakan kurikulum IB untuk menyiapkan siswa masuk universitas terbaik dunia.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan seluruh program dan capaian pembangunan di wilayahnya harus bermuara pada kesejahteraan rakyat