Peringati Hari Pancasila, PDIP DIY Instruksikan Kader Bantu Wong Cilik
PDI Perjuangan DIY memanfaatkan Hari Lahir Pancasila 2026 untuk menginstruksikan kader membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi dan menjaga gotong royong.
Pentas wayang kulit dalam acara Gelar Budaya Sri Opak-Sri Budaya di Dusun Nangsri, Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong, belum lama ini./Istimewa
BANTUL—Sebagai upaya untuk membangkitkan perekonomian dan pariwisata, masyarakat Dusun Nangsri, Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong mengadakan Gelar Budaya Sri Opak-Sri Budaya. Acara bertema Nangsri Makmur Raja Kaya yang digelar di Pendopo Joglo Nangsri, 14-15 November 2022 merupakan hasil kerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan DIY.
Ketua Panitia Gelar Budaya Sri Opak-Sri Budoyo sekaligus Dukuh Nangsri, Jawadi, mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang bergotong-royong untuk memberikan sumbangsih guna mewujudkan gelar budaya. Jawadi juga menyampaikan beberapa fasilitas pendukung wisata Sri Opak yang harus diperbaiki. “Kondisi Sri Opak sempat ditutup untuk perbaikan jembatan dan jalan. Saat ini delapan gazebo juga butuh perbaikan, maka, mari kita sengkuyung bersama,” kata Jawadi. Dia mengajak seluruh elemen untuk mendukung perbaikan fasilitas di Sri Opak.
Anggota DPRD DIY, Aslam Ridho yang hadir juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga Nangsri karena telah berhasil menyelenggarakan acara Gelar Budaya Sri Opak-Sri Budoyo. “Semoga acara ini dapat memberikan ruang pemasaran kepada UMKM Nangsri dan Srihardono,” ucap Aslam. Dirinya berharap kegiatan ini bisa memberikan manfaat sekaligus sebagai ikhtiar untuk melestarikan budaya.
Kepala Seksi Objek Daya Tarik Wisata (OTWD) Dinas Pariwisata DIY, Ndari Susanti mengatakan masyarakat Nangsri harus tetap bersemangat dalam menjaga dan mengelola destinasi wisata yang dimiliki agar tetap eksis dan mampu mengangkat perekonomian warga. “Kami sangat mendukung acara yang memadukan unsur kesenian dan kebudayaan seperti ini. Kami memfasilitasi menggunakan dana insentif daerah [DID] dan melalui publikasi untuk menyukseskan acara ini,” ujar Ndari.
Dirinya juga meminta warga Nangsri agar selalu waspada, karena objek wisata Sri Opak berada di pinggir sungai. Sehingga saat musim hujan tiba, warga harus siap menghadapi bencana dengan melakukan mitigasi. Masyarakat, menurut Ndari, juga harus diperdayakan untuk memajukan wisata.“Semoga pengembangan Sri Opak bisa disengkuyung oleh semua warga, karena warga merupakan aset penting,” ujarnya.
Erfan Muhammad, salah satu anggota Jaga Warga Nangsri menyampaikan agar warga Nangsri bisa semakin bersemangat untuk membangkitkan wisata Sri Opak. “Saya berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan acara ini sehingga berjalan lancar,” ujar Erfan.
Acara Sri Opak-Sri Budaya diisi dengan berbagai kegiatan mulai dari karawitan, dagelan Mataram, pentas tari hingga selawat rodat. Selain itu, ada pameran produk UMKM warga setempat, dan pentas wayang kulit.
Dalam rangkaian acara juga dilakukan serah terima dua unit mobil rescue dari Dukuh Nangsri, Jawadi, kepada Kelompok Jaga Warga yang diwakili oleh Erfan Muhammad. Dirinya berharap mobil tersebut bisa dioptimalkan untuk kegiatan operasional Jaga Warga. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDI Perjuangan DIY memanfaatkan Hari Lahir Pancasila 2026 untuk menginstruksikan kader membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi dan menjaga gotong royong.
Ketegangan di Papua Selatan uji nilai Pancasila. Proyek food estate dinilai abaikan masyarakat adat dan keberlanjutan.
Metode 30-30-30 viral diklaim bantu hidup sehat, tapi belum terbukti efektif turunkan berat badan menurut ahli.
BEM UGM resmi berubah jadi SEMA UGM, hapus Pemilwa dan dorong sistem meritokrasi dalam gerakan mahasiswa.
Karhutla di Riau capai 15.031 hektare hingga Juni 2026. BNPB dan BMKG peringatkan potensi El Nino picu kebakaran meluas.
Kasus leptospirosis di Bantul capai 123 hingga Mei 2026, enam pasien meninggal akibat terlambat ditangani.