KAI Tambah 3 Kereta Tujuan Jakarta: Dari Jogja, Malang dan Semarang
KAI menambah 3 perjalanan KA menuju Jakarta dari Jogja, Malang, dan Semarang serta meningkatkan kapasitas KA Anggrek dan Gumarang.
Sejumlah penari memeragakan teaser Sendratari Maharatu Pramodawardhani di UC UGM, Rabu (23/11/2022). /Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah seniman dan pegiat pariwisata DIY menciptakan sendratari Maharatu Pramodawardhani yang merupakan salah satu nama pendiri Candi Borobudur, Prambanan dan Plaosan. Keberadaan sendratari ini diharapkan bisa mendistribusikan informasi sejarah masa lalu ke masyarakat. Selama ini yang dikenal masyarakat justru sendratari Ramayana berasal dari India.
Pramodawardhani adalah putri raja Samaratungga dari keluarga Sailendra yang kemudian menikah dengan Rakai Pikatan. Menurut prasasti Kayumwungan ia adalah orang yang meresmikan Candi Borobudur yang saat itu disebut dengan istilah jinaka bertingkat yang indah.
"Ratu Pramudawardani merupakan tokoh wanita klasik Jawa yang memiliki peninggalan berupa Borobudur. Pembuatan sendratari itu diharapkan bisa lebih dikenal sebagai tokoh besar yang kini peninggalannya menjadi salah satu keajaiban dunia," kata Budiono Santoso Setradjaja dari Komunitas Medang Heritage Society dalam diskusi Sendratari Maharatu Pramodawardhani di UC UGM, Rabu (23/11/2022).
Tarian ini butuh penyelesaian sekitar beberapa bulan dan ditargetkan selesai pada pertengahan 2023 mendatang. Nantinya akan disuguhkan kepada masyarakat terutama wisatawan yang mencari wisata budaya Jumlah penari yang dibutuhkan untuk memainkan sendratari ini sekitar 50 orang. Ia berharap sendratari Pramowardhani ini bisa populer seperti Ramayana yang tak dibikin oleh India.
Baca juga: Tidak Habis Pikir, YouTuber Ini Pecahkan Rumus Matematika 1+1 Selama 24 Jam
"Kita enggak tahu Ramayana yang merupakan cerita dari India kok begitu populer, kita yang memiliki cerita fakta menarik tentang Pramowardhani tapi tidak ada yang tahu," ujarnya .
Pencipta Sendratari Pramodawardhani, Nurkotimah menjelaskan sendratari ini akan menggambarkan sosok Pramodhawardani yang cantik. Dari sisi gerak tarian akan menggunakan referensi gerak Siwa Pandawa yang terpahat pada pagar luar Candi Siwa Prambanan. Begitu juga musik sendratari tetap menjadikan relief candi Prambanan sebagai referensi utama dipadukan dengan musik etnik era saat ini.
"Sendratari ini dibuat berdasarkan kajian sejarah abad 8 dan 9 Masehi. Selain itu pada penggambaran relief Candi Prambanan dan Candi Sewu. Yang akan selalu ada dari sendratari adalah kisah perangnya juga," katanya.
Ahli Arkeometalurgi UGM Profesor Timbul Haryono menilai cerita sejarah klasik memang harus disampaikan agar dikenal masyarakat. Terutama yang klasik dan kuno seringkali hanya diketahui sebatas oleh mahasiswa tertentu saja. Masyarakat hanya mengetahui bukti bangunan. Ia mengaku pernah membuat sejumlah sendratari seperti Borobudur, Siwa Graha, Candi Prambanan hingga Abayagiri Wigara bercerita tentang Ratu Boko, akan tetapi rata-rata tidak berlangsung lama.
"Sendratari Pramodawardhani akan membawa pesan khusus berkaitan dengan perempuan yang sudah memegang peranan penting," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI menambah 3 perjalanan KA menuju Jakarta dari Jogja, Malang, dan Semarang serta meningkatkan kapasitas KA Anggrek dan Gumarang.
Purbaya Yudhi Sadewa menunggu perhitungan BNPB sebelum menentukan tambahan anggaran untuk mitigasi bencana.
Akademisi Unpad menjelaskan erupsi sejumlah gunung api yang berdekatan waktunya tidak otomatis saling berkaitan karena sistem magmanya berbeda.
Wisata petik melon di Bugel, Kulonprogo, kembali buka Jumat 11 September 2026. Sebanyak 500 melon premium siap dipetik pengunjung.
BRIN mengimbau masyarakat dan nelayan tidak mengonsumsi ikan mati mendadak usai erupsi Anak Krakatau sebelum penyebabnya dipastikan.
BMKG menyebut arah angin berubah ke barat, barat laut, dan barat daya sehingga sebaran abu Anak Krakatau mulai berkurang.