SPP Menunggak Rp336 Juta, 162 Ijazah SMK Solo Belum Diambil
Sebanyak 162 ijazah lulusan SMK Wijaya Kusuma Solo masih tertahan akibat tunggakan SPP Rp336 juta. Sekolah memberi diskon hingga 40 persen.
Sampah menggunung di depo sampah di Pasar Bantul, Selasa (10/5/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL — Pembuatan jugangan (lubang) di tanah dinilai efektif dalam mengurangi pasokan sampah di TPST Piyungan. Hanya saja sayangnya, masyarakat masih belum mau memilah jenis sampah yang dibuang ke jugangan tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Ari Budi Nugroho mengatakan bahwa masyarakat bisa menimbun sampah organik di jugangan untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPST Piyungan.
“Kami menyarankan di kawasan perdesaan atau semi perkotaan itu yang masih punya lahan untuk mengatasi permasalahan sampah ini yang organik kan bisa ditimbun kan bisa terurai dan jadi pupuk tanaman sekitar jugangan itu,” kata Ari ditemui di kantornya pada Kamis, (24/11/2022).
Dia menegaskan masyarakat untuk memilah terlebih dahulu sebelum sampah yang ada ditimbun di jugangan. Hal ini memiliki kaitan dengan dampak lain yang justru akan memperburuk kualitas tanah apabila tidak terjadi pemilahan sampah.
BACA JUGA: Denny Caknan Konser di Bantul Besok, Jalan Menuju Lapangan Trirenggo Bantul Ditutup
Apabila sampah organik yang diproduksi hingga 50% dapat diolah di tingkat padukuhan, kata dia, maka sampah yang ada di TPST Piyungan dapat dikurangi. “Jugangan jelas efektif soalnya sampah bisa jadi kompos. Jadi ada unsur hara baru,” katanya.
Ke depan, DLH Bantul, selain melanjutkan program yang telah ada, akan membangun fasilitas pengolahan sampah dan mendorong pemberdayaan pemerintah kalurahan dalam mengolah sampah.
Berkaitan dengan dukungan pengolahan sampah, DLH Bantul telah memfasilitasi TPS Go-Sari milik Kalurahan Guwosari untuk pengadaan lahan baru. “Sekarang sudah dalam proses pengusulan dan verifikasi. Jadi tinggal nunggu Bantul mau diberi berapa [luasan lahannya],” lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 162 ijazah lulusan SMK Wijaya Kusuma Solo masih tertahan akibat tunggakan SPP Rp336 juta. Sekolah memberi diskon hingga 40 persen.
Pemkab Bantul masih mematangkan persiapan pembangunan PSEL, mulai dari penyiapan lahan hingga penyusunan MoU dan PKS bersama Danantara.
KPK mengusulkan kampanye akbar ditinjau ulang dan mendorong kampanye digital untuk menekan biaya politik serta mencegah korupsi.
Dispetaru Bantul menyusun SPPR 2026-2030 untuk menyelaraskan program pembangunan lintas OPD dengan RTRW agar pembangunan lebih terarah.
Polisi memeriksa nakhoda dan sembilan ABK KM Nurul Salsa untuk mengungkap penyebab kapal tenggelam. Sebanyak 20 penumpang masih dicari.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 19 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.