Setelah Brimob, TNI Siapkan Markas Baru 70 Hektare di Gunungkidul
TNI berencana membangun Batalyon Teritorial Pembangunan di Banyusoco, Playen, Gunungkidul dengan kebutuhan lahan 70 hektare. Sebelumnya Polda DIY juga menyiapka
Ilustrasi./ANTARA FOTO-Hafidz Mubarak A
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan program vaksinasi Covid-19terus berjalan. Meski demikian, untuk sekarang belum memakai vaksin asli Indonesia, Indovak, karena belum didistribusikan sampai ke Bumi Handayani.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, Pemerintah Indonesia telah memiliki vaksin corona asli buatan dalam negeri yang diberinama Indovak. Meski demikian, hingga sekarang belum dipakai di Gunungkidul dikarenakan belum ada pengiriman yang masuk.
“Sekarang kita masih pakai Pfizer. Untuk Indovak belum ada,” kata Dewi kepada wartawan, Jumat (25/11/2022).
Dia menjelaskan, program vaksinasi corona sempat terhambat karena ketersediaan stok vaksin. Meski demikian, pada saat ini tidak ada masalah karena stok di dinas kesehatan dan puskesmas masih ada.
Baca juga: Obat Manjur Untuk Mengatasi Nyeri Haid, Wajib Coba!
“Vaksinasi terus dijalankan denga stok vaksin yang ada,” katanya.
Menurut Dewi, capaian vaksinasi booster di Gunungkidul sudah lebih dari 43%. Program ini akan terus dijalankan karena tren kenaikan kasus corona masih terjadi.
Diperkirakan hingga awal tahun masih ada peningkatan. Pasalnya, ada momen libur Natal dan Tahun Baru yang harus diwaspadai agar jumlah kasusnya tidak terus meningkat.
“Tidak hanya penularan kasus baru. Sebab, hingga sekarang juga masih ada warga yang meninggal karena dinyatakan positif corona,” katanya.
Untuk mengendalikan laju penularan, Dewi meminta kepada masyarakat berpartisipasi. Salah satunya dengan tetap menjalankan protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus corona.
“Tidak boleh abai dan harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan agar laju penularan bisa terus terkendali,” katanya.
Pentingnya Kesehatan
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menyampaikan kesehatan merupakan hal yang penting untuk proses pembangunan serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karenanya, ia meminta kepada masyarakat untuk menjaganya sehingga kondisi tubuh tetap fit guna menunjang berbagai aktivitas yang dilakukan.
“Jadi peting menjaga kesehatan. Termasuk mencegah penularan virus corona dengan tetap menjalankan protokol kesehatan,” katanya.
Menurut dia, upaya pemulihan akibat dampak dari corona terus dilakukan. Sunaryanta berharap program ini berjalan dengan lancar sehingga keadaan bisa kembali normal seperti belum pademi.
“Tentunya saya juga berharap kualitas layanan kesehatan juga dapat terus ditingkatkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TNI berencana membangun Batalyon Teritorial Pembangunan di Banyusoco, Playen, Gunungkidul dengan kebutuhan lahan 70 hektare. Sebelumnya Polda DIY juga menyiapka
Final Piala Dunia 2026: Duel guru-murid antara Luis de la Fuente (Spanyol) dan Lionel Scaloni (Argentina). Kisah instruktur dan mantan murid di panggung terbesa
Sudirman Said kembali diperiksa Kejaksaan Agung sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan minyak mentah Petral periode 2008–2015. Ini merupakan pemeriksaan k
Penelitian terbaru dari Inggris mengungkap alasan perempuan dianggap lebih jago multitasking. Ternyata bukan karena kapasitas otak berbeda, melainkan kemampuan
Craig Gordon, kiper tertua di Piala Dunia 2026, resmi pensiun di usia 43 tahun. Perjalanan 22 tahun bersama Skotlandia berakhir dengan video perpisahan emosiona
6 kebiasaan sepele bikin mobil boros BBM: berkendara agresif, rem mendadak, ban kempis, dan jarang servis. Simak tips hemat bensin dari Hyundai!