Tak Latah Ikuti Bantul, Tiket Pantai Gunungkidul Tetap per Kawasan
Gunungkidul memastikan tiket wisata pantai tetap menggunakan skema per kawasan. Pengunjung dinilai lebih diuntungkan dibanding tiket per destinasi.
Foto ilustrasi prajurit TNI. - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kabupaten Gunungkidul kembali menjadi lokasi pengembangan fasilitas strategis nasional. Tidak hanya Kepolisian yang berencana membangun markas Brimob di wilayah pesisir selatan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga menyiapkan pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di Kalurahan Banyusoco, Kapanewon Playen.
Rencana pembangunan tersebut membutuhkan lahan cukup luas, yakni sekitar 70 hektare. Lokasi yang dipilih berada di kawasan Padukuhan Ketangi hingga perbatasan wilayah Kepek.
Lurah Banyusoco, Damanhuri, mengaku telah mendengar rencana pembangunan markas TNI tersebut meskipun hingga saat ini belum ada sosialisasi resmi kepada pemerintah kalurahan maupun masyarakat.
Menurutnya, survei lokasi telah dilakukan dan informasi mengenai pembangunan markas sudah mulai beredar di tengah warga.
“Meski belum ada sosialisasi secara resmi, tapi kami sudah mendengar rencana TNI membangun markas di Banyusoco,” kata Damanhuri saat dihubungi, Rabu (15/7/2026).
Ia mengatakan informasi yang berkembang menyebutkan kebutuhan lahan mencapai 70 hektare dan sebagian besar akan memanfaatkan kawasan yang saat ini berada di area kehutanan.
“Yang beredar di masyarakat, TNI akan bangun markas dengan luasan 70 hektare. Lahannya akan menggunakan tanah milik kehutanan,” ujarnya.
Program Nasional Kementerian Pertahanan
Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan, membenarkan adanya rencana pembangunan Yon TP di Banyusoco.
Menurut dia, program tersebut merupakan bagian dari kebijakan Kementerian Pertahanan yang menargetkan pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan di berbagai kabupaten dan kota di Indonesia.
“Survei dari Kementerian Pertahanan sudah dilakukan sejak 2025 lalu. Adapun lokasi pembangunan Yon TP berada di Banyusoco, Playen,” kata Alfian.
Ia menjelaskan kebutuhan lahan untuk pembangunan markas mencapai 70 hektare. Namun hingga kini prosesnya masih berada pada tahap pengurusan perizinan karena lokasi yang digunakan merupakan kawasan Sultan Ground.
“Masih proses perizinan,” ujarnya.
Tak Sekadar Markas Militer
Alfian menegaskan fasilitas yang dibangun nantinya tidak hanya berfungsi sebagai markas batalyon.
Konsep Yon TP yang dikembangkan pemerintah juga mencakup program pemberdayaan sektor pangan sehingga di dalam kawasan tersebut akan tersedia area pertanian dan peternakan.
Keberadaan fasilitas pendukung itu menjadi bagian dari fungsi Batalyon Teritorial Pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada aspek pertahanan, tetapi juga mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Ada program pertanian di dalamnya, maka dilengkapi dengan area peternakan dan lahan pertanian,” katanya.
Setelah Mako Brimob di Tanjungsari
Rencana pembangunan markas TNI ini menambah daftar proyek strategis institusi keamanan yang akan hadir di Gunungkidul.
Sebelumnya, Polda DIY juga mengungkap rencana pembangunan Markas Komando Batalyon C Pelopor Kompi 4 Satuan Brimob di wilayah Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari.
Lurah Banjarejo, Dwi Haryanto, mengatakan rencana pembangunan tersebut sebenarnya telah muncul sejak 2023.
Sejumlah survei dan pengecekan lokasi juga sudah dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan.
Adapun lokasi yang dipilih berada di kawasan Bulak Kelis, Padukuhan Wonosobo 1, dengan luas sekitar 1,8 hektare.
“Lahannya merupakan tanah Sultan Ground dan berjarak sekitar dua kilometer dari Pantai Drini,” kata Dwi.
Kasubid Penmas Bidhumas Polda DIY AKBP Verena Sri Wahyuningsih juga membenarkan adanya rencana pembangunan markas Brimob tersebut.
Meski demikian, pihaknya belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai tahapan pembangunan maupun jadwal pelaksanaannya.
“Kalau pembangunan sudah dimulai akan kami kabari,” tulis Verena melalui pesan singkat.
Berpotensi Mendorong Aktivitas Ekonomi Lokal
Kehadiran markas TNI dan Brimob di dua wilayah berbeda di Gunungkidul berpotensi membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Selain membuka kebutuhan infrastruktur pendukung, aktivitas personel dan operasional lembaga juga berpotensi menggerakkan sektor perdagangan, jasa, hingga usaha mikro di kawasan sekitar.
Meski demikian, pemerintah daerah dan pemerintah kalurahan masih menunggu tahapan perizinan serta sosialisasi resmi sebelum proyek memasuki tahap pembangunan fisik.
Untuk saat ini, pembangunan Yon TP di Banyusoco maupun Mako Brimob di Tanjungsari masih berada dalam tahap persiapan administrasi dan pengurusan lahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul memastikan tiket wisata pantai tetap menggunakan skema per kawasan. Pengunjung dinilai lebih diuntungkan dibanding tiket per destinasi.
Prancis tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai kalah 0-2 dari Spanyol. Kylian Mbappe menjadi sorotan dan mendapat kritik tajam dari media Prancis.
macOS Golden Gate Public Beta rilis! Fitur Siri AI, Liquid Glass, dan peningkatan performa. Hanya untuk Mac Apple Silicon, wajib backup data sebelum instalasi.
Program Makan Bergizi Gratis kembali berjalan di Gunungkidul. Dampaknya, harga ayam naik menjadi Rp35.000 per kilogram, diikuti kenaikan telur dan cabai rawit.
Madonna cetak album nomor 1 ke-10 dengan Confessions II, terjual 134.000 unit dan kalahkan Olivia Rodrigo. Album sekuel 20 tahun ini langsung puncaki Billboard
TNI berencana membangun Batalyon Teritorial Pembangunan di Banyusoco, Playen, Gunungkidul dengan kebutuhan lahan 70 hektare. Sebelumnya Polda DIY juga menyiapka