Ekonomi Jogja Tumbuh 5,84 Persen, Ini Sektor Paling Moncer
Ekonomi DIY tumbuh 5,84% pada triwulan I 2026, didorong sektor pariwisata, konsumsi, dan investasi.
BBGP DIY menggelar peringatan Hari Guru Nasional (HGN), di Aula Ki Hajar Dewantara BBGP DIY, Senin (28/11/2022)./Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, SLEMAN — Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) DIY menggelar pameran inovasi dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) di Aula BBGP DIY, Senin (28/11/2022). Kegiatan bertajuk Gelar Karya Inovasi Guru Jogja Wujudkan Profil Pelajar Pancasila akan digelar sampai besok, Selasa (29/11/2022).
Kepala BBGP DIY, Adi Wijaya mengatakan karya yang dipamerkan adalah karya para guru dan tenaga kependidikan di wilayah DIY, khususnya yang terlibat dalam program sekolah penggerak, guru penggerak, dan implementasi kurikulum merdeka.
Melalui kegiatan Gelar Karya Inovasi Guru Jogja Wujudkan Profil Pelajar Pancasila, diharapkan guru yang belum terlibat bisa melihat praktik baiknya.
"Supaya bisa dilihat langsung oleh guru yang belum terlibat langsung untuk mendapatkan ide-idenya dari pameran. Mungkin cocok di tempatnya dimodifikasi. Harapannya berbagi praktik baik seperti itu," ucapnya di kantor BBGP, Senin (28/11/2022).
BACA JUGA: Mensesneg dan Menteri PUPR Bakal Jadi Saksi Akad Kaesang-Erina di Sleman
Dalam pameran ini ada 30 stan pendidikan yang terdiri dari 12 alumni guru penggerak, delapan sekolah penggerak, dan 10 komunitas belajar.
Selain pameran inovasi, juga dilakukan peresmian Area Komunitas Pembelajaran. Area ini disiapkan untuk menjadikan BBPG DIY menjadi rumah bagi pendidik dan tenaga kependidikan untuk belajar, berdiskusi, dan berkolaborasi bersama.
Adi mengatakan bagi guru, kepala sekolah, komunitas pendidikan, satuan pendidikan jika menemui masalah atau kendala pembelajaran dan belum terpecahkan bisa datang ke Area Komunitas Pembelajaran.
BBPG DIY akan mencoba membantu mencari jalan keluarnya. Masalah tersebut akan didiskusikan bersama untuk mencari jalan keluar yang paling tepat diterapkan.
"Harapannya PPGB ini bisa jadi rumah kedua dalam tanda petik setelah pagi-siang di sekolah dengan peserta didik. Dengan adanya permasalahan-permasalahan pembelajaran belum terpecahkan bisa datang ke sini," ujar dia.
Koordinator Kelompok Kerja Transformasi Digital BBGP, Sri Wahyuni menyampaikan berdasarkan kuisioner yang dilakukan kepada guru-guru di DIY kebanyakan masalah yang dihadapi adalah terkait dengan kurikulum merdeka. Kaitannya dengan kurikulum merdeka karena ini kurikulum baru.
"Intinya segala macam masalah didiskusikan di komunitas pembelajaran. Kami sangat membuka diri sehingga keberadaan BBGP bisa membantu," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekonomi DIY tumbuh 5,84% pada triwulan I 2026, didorong sektor pariwisata, konsumsi, dan investasi.
Harga LPG non-subsidi di Kulonprogo naik sekitar Rp10 ribu per tabung, penjualan mulai menurun di sejumlah pangkalan.
Leo/Daniel naik peringkat BWF usai juara Thailand Open 2026, diikuti perubahan ranking atlet bulu tangkis Indonesia lainnya.
Van Gastel soroti laga tanpa penonton di Liga Indonesia, sambil menikmati musim perdana bersama PSIM Jogja.
Perencanaan dana kurban sejak dini membantu meringankan beban finansial dan membuat ibadah Iduladha lebih teratur dan tenang.
PT KAI Daop 4 Semarang tutup 6 perlintasan sebidang tidak dijaga sepanjang 2026. Langkah tegas diambil demi menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang.