Kelok 23 Bantul-Gunungkidul Ditutup Lagi Mulai 20 September, Ini Alasannya
Kelok 23 Bantul-Gunungkidul ditutup lagi 20 September 2026 setelah uji coba sepekan untuk evaluasi lalu lintas dan kondisi pembangunan.
Sejumlah seniman saat menampilkan sendratari Ramayana beberapa waktu lalu./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman mencatat length of stay atau lama tinggal wisatawan di Sleman baru 1,5-1,7 hari. Agar lama tinggal wisatawan di Sleman bisa meningkat, Dispar Sleman mendorong pagelaran budaya malam bisa lebih sering digelar. Sleman ingin seperti Bali yang menggelar pentas budaya setiap malam.
Kepala Dispar Sleman Ishadi Zayid mengatakan di Sleman pagelaran budaya malam baru rutin digelar setiap akhir pekan dan akan didorong lebih rutin lagi. Dengan demikian, wisatawan tidak hanya datang untuk wisata alam, tetapi juga wisata kebudayaan.
"Kalau di Bali kan ada Tari Barong yang bisa dikunjungi orang setiap harinya. Kami ingin seperti itu, bisa enggak di Ramayana, Boko [Candi Ratu Boko], Raminten. Kami ada tempat untuk atraksi budaya, sehingga menambah pilihan berwisata," ucapnya kepada harianjogja.com, Kamis (1/12/2022).
Ishadi belum menargetkan kapan pagelaran budaya akan digelar setiap malam di Sleman. Rencana itu penting diwujudkan agar lama tinggal wisatawan di Sleman meningkat. Semakin lama wisatawan berkunjung, uang yang dibelanjakan semakin banyak sehingga mendorong perekonomian di sekitarnya.
"Kendalanya wisatawan yang datang ke Sleman ya hanya Sleman saja. Waktu kunjungan mereka belum lama. Ini yang harus dipikirkan, bagaimana membuat waktu kunjungan mereka lebih lama lagi. Kami harus promosi bareng dengan blogger dan lainnya. Enggak hanya menonjolkan Sleman, tetapi promosi bareng dengan Bantul, Kota, Gunungkidul," lanjutnya.
Sepanjang 2022, jumlah wisatawan di Sleman sudah mencapai lebih dari 5 juta. Tahun depan, kata Ishadi, Sleman menargetkan lebih dari 6 juta wisatawan. "Wisata sudah agak pulih, semoga resesi enggak melanda, sehingga banyak wisatawan berkunjung ke Sleman," harapnya.
BACA JUGA: Sambut Tol Jogja, Wisata Kaliurang Akan Direvitalisasi agar Tidak Itu-Itu Saja
Pengelola Objek Wisata Tebing Breksi Khaliq Widiyanto mengatakan pementasan malam di Tebing Breksi baru di akhir pekan, yakni akustik dan tari-tarian. Pengelola sudah punya rencana untuk lebih merutinkan pertunjukan di malam hari.
"Kami memang ada rencana merutinkan pertunjukan malam hari. Kami sudah mulai latihan untuk mengembangkan sendratari. Nanti teknisnya ada durasi panjang dan pendek, harapan kami setiap jam 5 sore jelang sunset meski setengah jam atau satu jam selalu ada pertunjukan. Kalau bisa setiap hari," paparnya.
"Target kami setelah puasa Ramadan tahun depan."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelok 23 Bantul-Gunungkidul ditutup lagi 20 September 2026 setelah uji coba sepekan untuk evaluasi lalu lintas dan kondisi pembangunan.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Selasa 22 September 2026 tersedia mulai 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 22 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif flat Rp8.000.
Propam Polresta Jogja menetapkan Aipda S sebagai terduga pelanggar kasus Alkid dan mengamankannya di Patsus untuk pemeriksaan.
Nusantara Explorer segera hadir sebagai kereta wisata KAI. Simak fasilitas, kapasitas, progres kesiapan, dan gambaran harga tiketnya.
Influenza tipe A belum ditemukan di Jogja. Hasto meminta puskesmas memperkuat skrining dan rujukan pasien bergejala berkepanjangan.