Proyek Gedung DPRD DIY Capai 81%, Sultan Soroti Keamanan
Progres pembangunan Gedung DPRD DIY mencapai 81,7 persen. Sultan HB X meminta desain lebih aman, ergonomis, dan ramah bagi masyarakat.
Sejumlah seniman saat menampilkan sendratari Ramayana beberapa waktu lalu./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman mencatat length of stay atau lama tinggal wisatawan di Sleman baru 1,5-1,7 hari. Agar lama tinggal wisatawan di Sleman bisa meningkat, Dispar Sleman mendorong pagelaran budaya malam bisa lebih sering digelar. Sleman ingin seperti Bali yang menggelar pentas budaya setiap malam.
Kepala Dispar Sleman Ishadi Zayid mengatakan di Sleman pagelaran budaya malam baru rutin digelar setiap akhir pekan dan akan didorong lebih rutin lagi. Dengan demikian, wisatawan tidak hanya datang untuk wisata alam, tetapi juga wisata kebudayaan.
"Kalau di Bali kan ada Tari Barong yang bisa dikunjungi orang setiap harinya. Kami ingin seperti itu, bisa enggak di Ramayana, Boko [Candi Ratu Boko], Raminten. Kami ada tempat untuk atraksi budaya, sehingga menambah pilihan berwisata," ucapnya kepada harianjogja.com, Kamis (1/12/2022).
Ishadi belum menargetkan kapan pagelaran budaya akan digelar setiap malam di Sleman. Rencana itu penting diwujudkan agar lama tinggal wisatawan di Sleman meningkat. Semakin lama wisatawan berkunjung, uang yang dibelanjakan semakin banyak sehingga mendorong perekonomian di sekitarnya.
"Kendalanya wisatawan yang datang ke Sleman ya hanya Sleman saja. Waktu kunjungan mereka belum lama. Ini yang harus dipikirkan, bagaimana membuat waktu kunjungan mereka lebih lama lagi. Kami harus promosi bareng dengan blogger dan lainnya. Enggak hanya menonjolkan Sleman, tetapi promosi bareng dengan Bantul, Kota, Gunungkidul," lanjutnya.
Sepanjang 2022, jumlah wisatawan di Sleman sudah mencapai lebih dari 5 juta. Tahun depan, kata Ishadi, Sleman menargetkan lebih dari 6 juta wisatawan. "Wisata sudah agak pulih, semoga resesi enggak melanda, sehingga banyak wisatawan berkunjung ke Sleman," harapnya.
BACA JUGA: Sambut Tol Jogja, Wisata Kaliurang Akan Direvitalisasi agar Tidak Itu-Itu Saja
Pengelola Objek Wisata Tebing Breksi Khaliq Widiyanto mengatakan pementasan malam di Tebing Breksi baru di akhir pekan, yakni akustik dan tari-tarian. Pengelola sudah punya rencana untuk lebih merutinkan pertunjukan di malam hari.
"Kami memang ada rencana merutinkan pertunjukan malam hari. Kami sudah mulai latihan untuk mengembangkan sendratari. Nanti teknisnya ada durasi panjang dan pendek, harapan kami setiap jam 5 sore jelang sunset meski setengah jam atau satu jam selalu ada pertunjukan. Kalau bisa setiap hari," paparnya.
"Target kami setelah puasa Ramadan tahun depan."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Progres pembangunan Gedung DPRD DIY mencapai 81,7 persen. Sultan HB X meminta desain lebih aman, ergonomis, dan ramah bagi masyarakat.
Google didenda 890 juta euro (Rp18,2 triliun) oleh Komisi Eropa karena melanggar DMA. Simak dua pelanggaran dan tenggat 60 hari yang diberikan.
Empat wakil Indonesia di perempat final China Open 2026: Jonatan, Fajar/Fikri, Putri, dan Rachel/Febi. Simak jadwal dan misi balas dendam mereka.
Perbedaan hak PHK vs resign: pekerja PHK dapat pesangon 9 bulan gaji, resign hanya uang pisah. Simak aturan lengkap UU Cipta Kerja dan PP 35/2021.
Timnas voli putra Indonesia menghadapi Filipina pada SEA V Cup 2026 malam ini. Kemenangan akan membuka peluang besar Merah Putih melaju ke semifinal.
Gempa magnitudo 4,9 di Sarmi dan 5,7 di Ternate guncang Indonesia timur. BMKG pastikan tidak berpotensi tsunami, waspadai gempa susulan.