Pilur Bantul 2026, Calon Lurah Sabdodadi Bicara Digitalisasi Ekonomi
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Suasana pengukuhan pengurus Pecinta Sanggul Nusantara Jogja, Sabtu (3/12/2022)/Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Penggunaan kebaya dan sanggul sebagai tradisi berpakaian Nusantara dinilai tidak hanya bisa dikenakan saat acara-acara formal dan seremonial. Mengenakan pakaian itu dalam aktivitas sehari-hari dinilai sudah banyak dilakukan oleh para wanita dan perempuan di Indonesia.
Ketua Cabang Pecinta Sanggul Nusantara Jogja Yossie Riyani menjelaskan, sebagai bagian dari tradisi berpakaian, penggunaan kebaya dan sanggul diharapkan terus meluas dan tidak hanya pada acara formal saja. Menurutnya, kebaya dan sanggul pun cocok digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
"Karena itu menjadi bagian dan laku dalam melestarikan kebudayaan nusantara. Sekarang di Jogja anak-anak sekolah juga mengenakan kebaya setiap Kamis Pahing," katanya saat pengukuhan Pecinta Sanggul Nusantara Jogja, Sabtu (3/12/2022).
Yossie menjelaskan, dengan dikukuhkannya kepengurusan Pecinta Sanggul Nusantara Jogja pihaknya ke depan akan terus memperluas pemahaman masyarakat mengenai penggunaan sanggul dan kebaya. Terlebih di kalangan generasi muda agar tradisi berpakaian nusantara terus lestari.
"Budaya dan tradisi bersanggul serta berkebaya harus terus digalakkan. Kami menilai budaya murni dengan bersanggul dan berkebaya harus melibatkan serta kaum muda untuk memakai busana itu. Karena ini warisan budaya nenek moyang dan harus dirawat," jelasnya.
Ketua Umum Pecinta Sanggul Nusantara Ninoek W Sunaryo menyebut, dengan dikukuhkannya kepengurusan Jogja kini organisasi itu telah tersebar di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Bali, dan Flores. Pihaknya menargetkan pendirian pengurus di sejumlah daerah bisa menjadi bagian dalam pelestarian sanggul, kebaya dan busana daerah lewat edukasi dan sosialisasi di daerah.
BACA JUGA: Kode Pilpres 2024, Ketum PAN: Ganjar Berambut Putih, Erick Punya Kerutan di Wajah
Di sisi lain pihaknya juga tengah mengajukan agar ditetapkannya hari kebaya nasional untuk mendorong penggunaan dan perayaan kebaya lebih meluas di masyarakat. Saat ini prosesnya tengah dalam kajian ke berbagai daerah dan penyiapan proposal untuk pengajuan tanggal ditetapkannya hari kebaya nasional di Indonesia.
"Selain itu kita juga tengah mengajukan kebaya ke Unesco agar diakui sebagai tradisi berpakaian luhur dari nusantara. Kita bersama dengan negara lain mendukung secara bersama," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
SPP-TDLN mulai memungut PPN transaksi digital luar negeri sejak 25 September 2026 dengan melibatkan perbankan dan fintech.
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.
Pemerintah masih menunggu usulan DPR soal presidential threshold dalam revisi UU Pemilu sebelum menentukan sikap terkait aturan pencalonan presiden.
UGM menyiapkan penonaktifan sementara 10 mahasiswa terduga pelaku KBGO di Fakultas Teknik selama 1,5 bulan.
Kopdes Merah Putih akan beroperasi setiap hari, tetapi tidak 24 jam. Agrinas menyiapkan sistem shift untuk mendukung operasional koperasi.