Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Gunung Merapi. - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak dua guguran lava teramati dari Gunung Merapi dalam sepekan. Dengan sejumlah aktivitas kegempaan yang masih cukup tinggi, tidak teramati adanya awan panas.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santosa, menjelaskan pada minggu ini guguran lava teramati sebanyak dua kali ke arah barat daya atau hulu Kali Bebeng. “Dengan jarak luncur maksimal 1.600 meter,” ujarnya, Sabtu (10/12/2022).
Selain itu, suara guguran terdengar sebanyak tiga kali dari Pos Babadan dengan intensitas suara sedang. Tidak teramati adanya awan panas dalam sepekan. Sementara dari analisis morfologi juga tidak terlihat adanya perkembangan signifikan pada kubah lava.
“Tidak ada perubahan morfologi yang signifikan dari kubah barat daya dan kubah tengah. Volume kubah barat daya terhitung tetap, yaitu sebesar 1.616.500 meter kubuk, sedangkan untuk kubah tengah sebesar 2.772.000 meter kubik,” katanya.
Dalam minggu ini kegempaan Gunung Merapi tercatat 473 kali gempa Vulkanik Dalam, 35 kali gempa Vulkanik Dangkal, 185 kali gempa Fase Banyak, 258 kali gempa Guguran, 15 kali gempa Hembusan dan 18 kali gempa Tektonik.
Intensitas kegempaan pada minggu ini masih cukup tinggi. Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini menunjukkan laju pemendekan jarak tunjam sebesar 0,5 cm/hari.
Pada minggu ini terjadi hujan di Pos Pengamatan G. Merapi dengan intensitas curah hujan sebesar 57 mm/jam selama 39 menit di Pos Kaliurang pada tanggal 6 Desember 2022. Tidak dilaporkan adanya penambahan aliran maupun lahar dari sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.
BACA JUGA: Inggris Kalah dari Prancis, Begini Kata Southgate soal Masa Depannya
Dari data pengamatan tersebut terlihat aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas masih ditetapkan dalam tingkat Siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Masyarakat diimbau tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Merapi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.