Ekspor DIY Masih Tangguh Meski Tertekan Ekonomi Global
Surplus perdagangan DIY naik menjadi US$99,96 juta pada triwulan I 2026 meski ekspor dan impor melemah akibat tekanan ekonomi global.
Pasar Godean, Sleman, Jumat (18/11/2022)./Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, SRAGEN—Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sleman bersama TPID DIY melakukan pemantauan ketersediaan dan harga pangan Sleman di Pasar Prambanan dan Lotte Mart, Rabu (14/12/2022). Hasil dari pemantauan, ditemukan banyak bahan pangan yang didatangkan dari luar DIY.
BACA JUGA: Tiga Komunitas yang Pengaruhi Gejolak Harga Pangan
Staf Ahli Bupati Sleman Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Heru Saptono ditemukan komoditas beras yang berasal dari luar DIY dan Sleman. Artinya rantai distribusi menjadi lebih panjang. Ini menjadi sebab harga pokok menjadi tinggi.
"Tadi masih ada barang yang dikirim dari luar daerah DIY dan Sleman, ini tentu memperpanjang rantai distribusi, sehingga harga akan menjadi lebih mahal," jelasnya.
Oleh karena itu, pedagang diimbau untuk lebih memaksimalkan bahan pangan yang berasal dari lokal DIY. Misalnya telur yang sudah didatangkan dari lokal, sehingga pengeluaran distribusi bisa diminimalisir.
"Ini salah satu cara untuk memotong rantai distribusi yang panjang sehingga harganya tidak terlalu tinggi."
Membeli produk lokal, kata Heru, juga akan berdampak positif bagi pengusaha lokal. Mereka akan tumbuh dan berkembang. Dampak lebih jauh lagi ekonomi DIY akan tumbuh.
"Pertumbuhan ekonomi yang ada di lokal akan berkembang. Sehingga ketika ada inflasi namun diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi, itu akan tidak begitu terasa inflasinya," lanjutnya.
Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekda DIY, Yuna Pancawati mengatakan pemantauan harga ini dilakukan karena menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Berdasarkan hasil pantauan, secara garis besar stok aman sampai Nataru.
"Secara garis besar, komoditi tersedia sampai Nataru, jadi masyarakat jangan terlalu panik, karena ketersediaan bahan baku sudah tercukupi," ungkapnya.
Beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, namun ada juga yang turun. Dari pemantauan yang dilakukan, harga bahan pangan pokok masih terpantau stabil.
Di Pasar Prambanan minyak goreng dijual Rp15.000 per liter, daging ayam Rp35.000 per kg, bawang putih Rp24.000 per kg, telur ayam Rp29.000 per kg, cabe rawit hijau Rp58.000 per kg. Di Lotte Mart, minyak goreng dijual Rp13.700 per liter, telur ayam Rp29.600 per kg, dan cabe merah keriting Rp44.500 per kg.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Surplus perdagangan DIY naik menjadi US$99,96 juta pada triwulan I 2026 meski ekspor dan impor melemah akibat tekanan ekonomi global.
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.
Harga LPG non-subsidi di Kulonprogo naik sekitar Rp10 ribu per tabung, penjualan mulai menurun di sejumlah pangkalan.
Leo/Daniel naik peringkat BWF usai juara Thailand Open 2026, diikuti perubahan ranking atlet bulu tangkis Indonesia lainnya.