Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Pendampingan yang dilakukan Tim Pengabdian LPPM UAD di Ngupasan, Jogja./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA — Setelah memberikan pelatihan terkait dengan public speaking pada masyarakat Kelurahan Ngupasan, Kemantren Gondomanan, Jogja pada 27 November 2022 lalu, tim pengabdian dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (LPPM UAD) melakukan pendampingan terhadap peserta pelatihan tersebut. Pendampingan itu digelar di Balai RK Ngupasan pada 11 Desember 2022 lalu.
"Peserta dalam pelatihan ini adalah remaja yang berada di wilayah Ngupasan mulai dari jenjang siswa SMP, SMA, mahasiswa, dan umum. Mahasiswa KKN Altiernatif Periode ke-84 dari UAD yaitu unit II A1, II A 2, dan II A 3 yang berada di wilayah Ngupasan turut membantu proses pelatihan dengan mendampingi para peserta," ucap dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UAD, Fitri Merawati melalui rilis, Minggu (17/12/2022).
Fitri menjelaskan public speaking merupakan seni berkomunikasi yang dilakukan secara lisan di depan audiens dengan metode dan struktur tertentu untuk menyampaikan gagasan dengan tujuan menginformasikan, menghibur, dan memengaruhi. Itulah sebabnya pelatihan ini diharapkan dapat memberikan literasi komunikasi bagi remaja Ngupasan sehingga kebiasaan bertutur pun menjadi lebih baik.
BACA JUGA: 212 Pekerja Tembakau Taru Martani Terima BLT DBHCHT
Dia mengatakan keterampilan berbicara saat ini memang menjadi persoalan yang terjadi di masyarakat, tak terkecuali di kalangan remaja. Salah satu penyebabnya adalah pengaruh pergaulan serta media sosial yang membuat seseorang cenderung mengesampingkan kaidah dan etika kebahasaan.
Hal inilah, kata Fitri, yang kemudian membentuk kebiasaan dalam bertutur, tidak terkecuali ketika bertutur di hadapan umum. "Oleh karena itu, program pelatihan public speaking diselenggarakan dalam rangka memberikan fasilitas bagi remaja untuk mengetahui kaidah kebahasaan dan etika dalam bertutur di depan umum," ujar dia.
Fitri menambahkan, ada lima kunci yang harus dikuasai jika seseorang hendak berbicara di depan umum. “Kelima kunci dalam public speaking yang utama adalah mental, pengetahuan, vokal, gestur, dan penampilan. Semua itu harus dipersiapakan secara matang. Maju tanpa persiapan, maka akan mundur tanpa penghormatan.” ujar Fitri menambahkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.
Budi Waljiman menyerahkan bantuan gamelan Suara Madhura untuk SMA Bosa Jogja guna memperkuat pelestarian budaya Jawa di sekolah.