WASTRA NUSANTARA: Festival Batik 2026 Gaet Anak Muda lewat Motif Kontemporer
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menggelar Festival Batik 2026 di Jogja City Mall, Jumat (2/10).
Dosen UAD memberikan pelatihan kepada ibu-ibu tentang cara pembuatan sabun./Ist
JOGJA-Dosen Program Studi S1 dan S2 Teknik Kimia UAD memberikan pelatihan membuat sabun cair, sabun padat, dan juga hand sanitizer kepada ibu-ibu Aisyiyah Kompleks Masjid Ngesti Tunggal Wonotawang Bangunjiwo.
Pada kondisi saat ini, meskipun pandemi Covid-19 sudah mulai mereda dan bergerak menuju endemi, namun peran masyarakat dalam mengendalikan angka lonjakan kasus ini masih sangat penting. Salah satunya adalah dengan tetap melakukan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker dan menggunakan hand sanitizer.
Penggunaan sabun diyakini dapat meluruhkan virus-virus yang menempel pada tangan atau bagian tubuh lain. Sementara itu penggunaan hand sanitizer juga menjadi alternatif lain pengganti sabun untuk membunuh virus yang menempel. Selain ampuh untuk membunuh virus dan kuman, hand sanitizer juga lebih mudah untuk dibawa pada saat keluar rumah.
Kebiasaan ini meningkatkan penggunaan sabun dan hand sanitizer dari biasanya, sehingga dengan memiliki keterampilan dan pengetahuan teknolgi pembuatan sabun dan hand sanitizer ini maka diharapkan ini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Disamping mulainya pertemuan tatap muka pada kegiatan sekolah semakin meningkatkan kebutuhan akan penggunaan hand sanitizer serta sabun.
Berdasarkan permasalahan tersebut dosen Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) khususnya Dosen Program Studi S1 dan S2 Teknik mengadakan pelatihan pembuatan sabun cair, sabun padat dan pembuatan hand sanitizer. Dalam pelaksanaannya kegiatan ini yang diketuai oleh Firda Mahira Alfiata Chusna, S.T., M.Eng. ditujukan kepada Ibu-Ibu Aisyiyah Kompleks Masjid Ngesti Tunggal Wonotawang Bangunjiwo dalam bentuk sosialisasi, penyuluhan dan pelatihan yang dilakukan bersama 2 orang dosen lainnya yaitu Aster Rahayu, S.Si., M.Si., Ph.D dan Farrah Fadhillah Hanum, Dr. Eng., S. T., M. Eng.
Kegiatan ini dalam bentuk pembuatan handsanitizer dengan menggunakan aloevera, dan pelatihan sabun padat berbahan kopi dan sabun cair. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UAD ini telah berlangsung dari bulan April hingga November.
Sasaran kegiatan ini adalah sosialisasi, pelatihan teknologi tepat guna sehingga diharapkan dapat meningkatkan ilmu pengetahuan penduduk serta dapat meningkatkan pengetahuan warga akan pentingnya pencegahan dan menjaga kebersihan tangan serta peningkatan perekonomian penduduk di daerah PRA Bangunjiwo Barat.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini berlangsung secara luring dan dengan melibatkan 5 orang mahasiswa Program Studi Teknik Kimia UAD (S1 dan S2) yaitu Nafira Alfi Zaini Amrillah, Nuraini, Danisa Fatin Oktavianingtyas, Lintang Tjahya Pandharingan dan Revansyah Maullana.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menggelar Festival Batik 2026 di Jogja City Mall, Jumat (2/10).
Remaja di Sragen ditembak airsoft gun hingga terluka. Pelaku kemudian dikeroyok dan dirawat di RSSP Sragen. Polisi masih menyelidiki.
Desil 1-5 masih berpeluang menerima bansos 2026. Simak cara cek desil dan status penerima bantuan melalui laman Kemensos.
Lumbung Mataraman mendorong pemanfaatan pekarangan dan lahan belum tergarap untuk memperkuat pangan berbasis potensi lokal di DIY.
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang memasuki hari kelima. Sebanyak 22 warga mengalami batuk dan sesak napas akibat terdampak asap.
Luhut mengajak Tsinghua berkolaborasi meneliti 435 spesies herbal Indonesia di IT Del melalui riset genomik dan teknologi kecerdasan buatan.