Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Bromo
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Ilustrasi angin kencang./JIBI
Haranjogja.com, BANTUL — Hujan lebat disertai angin yang terjadi pada Jumat-Sabtu (23-24/12/2022) menyebabkan bangunan dapur rumah semi permanen di Dusun Trukan, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Bantul, roboh dan rata dengan tanah.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Agus Yuli Herwanta mengatakan peristiwa itu terjadi pada Sabtu (24/12/2022) dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB. Saat itu pemilik rumah Sukiyem sedang tidur di dapur rumahnya. Kondisi cuaca saat itu sedang hujan deras
Kemudian tiba-tiba ibu Sokijem terbangun karena mendengar suara bangunan dapur rumah ukuran 6 x 4 meter persegi miliknya roboh. “Ibu Sokijem sempat terjebak di reruntuhan bangunan tetapi tidak mengalami luka,” kata Agus, saat dihubungi Minggu (25/12/2022).
Mengetahui kejadian tersebut salah seorang warga langsung melapor ke Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) BPBD Bantul. Setelah menerima laporan tersebut, pihak BPBD langsung menerjunkan anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan asesmen.
BACA JUGA: Tabrak Mobil, Seorang Warga Jatuh dari Jembatan Niten Bantul dan Terbawa Arus
Agus mengatakan dari hasil asssessment atau penggalian data dan informasi bangunan dapur semi permanen tersebut ternyata sudah lapuk sehingga roboh ketika tertimpa hujan dan angin. “Kerugian akibat kejadian tersebut sekitar Rp3 jutaan,” ujarnya.
Selain itu, kata Agus, Sokiyem sengaja tidur di dapur karena trauma jika terjadi gempa. Sementara itu puing-puing bangunan dapur rumah sudah dibersihkan oleh warga sekitar. Adapun yang dibutuhkan oleh korban adalah terpal, peralatan dapur, dan bahan bangunan.
Lebih lanjut Agus mengatakan, selain merobohkan dapur rumah semi permanen, hujan lebat diertai angin pada Jumat (23/12/2022) juga menyebabkan atap gedung seba guna sekolah dan kamar mandi rusak karena beterbangan di Dusun Mancingan, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Bantul.
Menurut Agus, tidak ada korban jiwa dalam persitiwa tersebut. “Saat kejadian berlangsung kondisi gedung kosong dikarenakan tidak ada kegiatan belajar mengajar dan sedang libur semester,” ujanya.
Kerugian akibat kejadian itu sekitar Rp1,5 juta karena 14 lembar asbes hancur, wuwung 10 buah, genting pres sekitar 100 buah, dan kerusakan atap kamar mandi.
Terkait dengan dua kejadian tersebut Agus meminta warga Bantul untuk tetap waspada karena musim hujan masih akan berlangsung sampai Februari tahun depan.
“Kami selalu mengimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Selalu berkoordinasi dengan pemerintah kalurahan, FPRB, lembaga terkait dan jejaring relawan untuk meningkatkan kewaspadaan,” tandas Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Pieter Huistra menilai PSS Sleman berada di jalur tepat untuk membangun permainan dominan menjelang Super League 2026/2027.
Gempa M7,7 yang berpusat di Nagekeo dirasakan di Kota Bima. Satu rumah rusak sedang, Gudang Bulog dan plafon masjid juga terdampak.
IMI menghentikan sementara drag race di lintasan non-permanen seperti jalan raya dan kompleks perumahan di seluruh Indonesia.
Sebanyak 68 foto jurnalistik ANTARA dipamerkan di Titik Nol Kilometer Jogja pada 14-21 Agustus untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI.
Pemerintah menargetkan pembiayaan RAPBN 2027 sebesar Rp671,2 triliun, turun 8,6% dari outlook 2026 yang mencapai Rp734,3 triliun.