Krisis Air Bersih, Warga Padukuhan di Bantul Ini Kesulitan Mandi dan Minum
Warga Padukuhan Petung Bangunjiwo Kabupaten Bantul mengalami krisis air bersih sepanjang bulan Agustus.
Diskusi Komite Independen Sadar Pemilu (KISP) dengan tema Muda Bicara: Suara Musa dab Ubtegrasi Bangsa Menuju Pemilu dan Pilkasa 2024 di Double O Cafe, Selasa (27/12/2022)/Harian Jogja-Hadid H
Harianjogja.com, JOGJA– Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol UGM) Abdul Gaffar Karim menyebut peran generasi muda sangat penting dalam mengawasi jalanya Pemilihan Umum (Pemilu). Dirinya menyampaikan perlu kesadaran kontributif dari anak muda agar situasi pemilu bisa lebih baik.
Hal tersebut diungkapkan dalam sebuah diskusi santai bersama Komite Independen Sadar Pemilu (KISP) dengan tema "Muda Berbicara: Suara Muda dan Integrasi Bangsa Menuju Pemilu dan Pilkada 2024" pada Selasa (27/12/2022) di Double O Café and Resto, Tegalrejo, Yogyakarta. Menurutnya cara berpikir politik anak muda harus berbeda dengan generasi sebelumnya.
Dalam kesempatan tersebut, dirinya menyebut dua poin penting yang harus dimiliki oleh generasi muda menghadapi pemilu. Anak muda harus memiliki kesadaran kontributif dan mampu menganalisis permasalahan dalam pemilu.
“Mari kita berpikir kontributif apa yang bisa kita berikan agar Pemilu lebih baik, generasi muda harus bisa berfikir lebih progresif, bukan anak muda yang berfikir status quo,” ujar Ghafar.
Dengan berjalanya pemilu maka seseorang yang mencalonkan diri sebagai pemimpin harus memiliki tanggung jawab dan masyarakat memiliki tanggung jawab dalam memberikan pengawasan.
Gaffar menyebut dalam Pemilu bukan hanya persoalan antara memilih dan dipilih. Menurutnya terpenting bagaimana masyarakat bisa mengawasi pemilu agar berjalan jujur dan adil. Salah satu esensi demokrasi menurut Gaffar adalah Ketika masyarakat mampu mengawasi pemimpin yang dipilih melalui pemilu.
BACA JUGA: Polisi Identifikasi Pembobol Rumah Jaksa KPK yang Tangani Kasus Haryadi Suyuti
Tanggung jawab publik lainnya adalah melakukan evaluasi. “Kembali ke esensi Pemilu, fungsi pengawalan harus dilakukan secara keseluruhan dan langsung, setelah itu mendiskusikan hasil dari pemilu apakah sudah berjalan dengan semestinya,” ujarnya.
Sementara Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Bayu Mardinta Kurniawan menyampaikan penggunaan media sosial harus bisa dialihkan kepada sesuatu yang lebih produktif dan menjadi alat dalam mengkampanyekan politik yang baik. “Caranya biar Tiktok ini bisa digunakan seperti apa? Kita harus memanfaatkannya dengan membuat konten yang relate dengan kondisi yang ada sekarang,”ujar Bayu.
Dirinya menyampaikan anak muda seringkali memiliki minat masing-masing dalam menyampaikan gagasan dan pendapat. Menurutnya, perbedaan tersebut tidak menjadi masalah selama memiliki tujuan yang sama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Petung Bangunjiwo Kabupaten Bantul mengalami krisis air bersih sepanjang bulan Agustus.
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.