Pemuda di Sleman Nekat Curi Brankas Tetangga Demi Biaya Lamaran
Pemuda di Godean, Sleman, ditangkap setelah mencuri brankas tetangganya berisi uang Rp13,5 juta. Uang curian disebut untuk biaya lamaran.
Susana Ekowisata Sungai Mudal jelang tahun batu dipadati pengunjung da Kamis (29/13/2022). Lantaran cuaca ekstrem, petugas disiagakan di titik-titik rawan untuk melakukan penanaman bila terjadi perubahan cuaca di lokasi wisata. /Harian Jogja-Catur Dwi Janati.
Harianjogja.com, KULONPROGO -- Ekowisata Sungai Mudal masih menjadi salah satu primadona vakansi di kawasan Menoreh. Namun kondisi cuaca ekstrem yang membuat pengelola wisata menyiagakan sejumlah petugas di titik-titik rawan.
Pengelola Ekowisata Sungai Mudal, Mudi Heriyanto menerangkan kunjungan wisatawan di Sungai Mudal mengalami peningkatan di libur Nataru. Kunjungan wisata bahkan sempat mencapai 872 orang pada Sabtu (24/12/2022) lalu.
"Kunjungan di momen Natal dan Tahun Baru ini alhamdulillah sudah meningkat. Tapi malah di Natal kemarin agak berkurang karena kan cuaca, hujan dari pagi sampai sore," terangnya pada Kamis (29/12/2022).
BACA JUGA : Cuaca Ekstrem Saat Akhir Tahun, BPBD: Wisatawan Jangan Takut Berwisata ke Jogja
Melihat potensi meningkatnya jumlah kunjungan, penjagaan terus diperketat. Pengelola wisata Mudal menempatkan sejumlah personel pengamanan di beberapa titik rawan. Pasalnya bila cuaca buruk terjadi, pengunjung dapat segera dievakuasi agar tidak berada di dalam air yang mengalami kenaikan volume saat hujan deras.
"Untuk pengkondisian cuaca buruk, kita imbau kepada pengunjung kalau hujan deras sama debit air meningkat kita imbau untuk pengunjung di ekowisata sungai Mudal kita amankan ke tempat yang lebih aman dan tidak boleh main air atau renang. Intinya demi keamanan dan keselamatan semuanya," tegasnya.
Tim khusus disiagakan di titik-titik rawan untuk mengawasi pengunjung dan memantau kondisi air. Bila kondisi arus memburuk, petugas yang akan segera memberi arahan kepada wisatawan untuk keluar dari wahana air.
Setidaknya ada enam personel yang disiagakan di kolam sisi bawah, empat orang di bantaran sungai dan delapan petugas siaga di kolam atas. Di hari biasa, paling 40 personel saja yang disiagakan di Sungai Mudal. Namun di liburan kali naik jumlah petugas ditambah 20 persen menjadi 50 orang.
"Ada [tim khusus] dan kita juga menyiagakan beberapa titik yang rawan itu kita jaga. Di bantaran, di kolam atas, kolam bawah itu ada khusus yang jagain. Ibaratnya kalau kondisi airnya meningkat atau hujan deras jadi kita langsung lewat radio HT komunikasikan pada pengunjung tidak boleh renang atau main di air," tandasnya.
Selain mengevakuasi pengunjung ke tepian, loket akan ditutup sampai kondisi kembali kondusif. Artinya pengunjung yang baru datang diminta menunggu dulu sampai kondisi aliran air kembali stabil atau datang di lain hari. Perubahan kondisi semacam ini biasanya juga diumumkan lewat medsos Sungai Mudal. "Kalau hujan deras banget kita enggak berani buka. Mending kita tutup dari pada nanti ada hal-hal yang tidak kita inginkan," ujarnya
BACA JUGA : Cuaca Ekstrem Diprediksi Berlangsung sampai Februari
"Kalau loket kita tutup, kita pakai sistem kedaruratan kita komunikasi lewat HT kan ada parkir atas sama parkir bawah. Kadi kita komunikasi lewat HT kita tutup, demi keamanan dan kenyamanan pengunjung," terangnya.
Cuaca yang buruk tidak hanya menyebabkan aliran sungai menjadi deras. Hujan juga membuat air menjadi keruh sehingga kurang baik untuk pengunjung. "Cuaca buruk itu kendala air, air sama hujannya meningkat itu airnya kurang bagus, airnya agak kecokelatan," tandasnya.
Salah satu pengunjung Sungai Mudal, Dwi Atika Putri wisatawan asal Purworejo mengaku senang berkunjung di Sungai Mudal. Menurutnya Sungai Mudal memiliki susana asri dibandingkan dengan wisata air lainnya. Dari sisi pelayanan, ia menilai pertugas yang ada di Sungai Mudal bertugas dengan ramah kepada para pengunjung.
Pengunjung lainnya, Erlita Eka Saputri mengaku senang berwisata di Sungai Mudal. Salah satu hal yang ia sesalkan adalah air yang sedikit keruh lantaran hujan. Kendati demikian ia berencana ke Mudal kembali di lain waktu saat cuaca lebih baik agar mendapatkan arus yang jernih dan tidak keruh seperti sekarang.
Di sisi lain ia juga memuji, tarif wisata Mudal yang terjangkau serta keamanan wisata yang ada. "Untuk harga terjangkau sama keamanannya terjaga juga," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemuda di Godean, Sleman, ditangkap setelah mencuri brankas tetangganya berisi uang Rp13,5 juta. Uang curian disebut untuk biaya lamaran.
Penelitian mengungkap kebiasaan scanning yang disebut menjadi salah satu kunci Lionel Messi tetap tajam di Piala Dunia 2026 pada usia 39 tahun.
Finlandia kembali menjadi negara paling bahagia di dunia pada 2026. Kedekatan dengan alam dan gaya hidup sederhana disebut menjadi kuncinya.
Libur sekolah membuat kunjungan Malioboro menembus 305 ribu orang dalam 10 hari. Lonjakan wisatawan turut meningkatkan volume sampah harian.
Bursa transfer MotoGP 2027 menghadirkan perubahan besar. Bagnaia dikabarkan ke Aprilia, Acosta menuju Ducati, dan Yamaha merombak susunan pembalap.
Polisi Vietnam membongkar dua sindikat judi online dengan transaksi Rp2,3 triliun dan menangkap 85 tersangka dalam operasi besar di Ho Chi Minh