Gus Palsu Tipu Warga Boyolali Rp105,3 Juta, Uang Dipakai Judi Online
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
Gunung Wangi./Harian Jogja-Dwi Cahyanti
Harianjogja.com, BANTUL — Tak cuma tiga destinasi wisata di Bantul, yakni Pantai Gua Cemara, Puncak Sosok, dan Bojong Asri yang siap menggelar acara puncak perayaan pergantian tahun.
Setidaknya ada dua destinasi wisata lain yang tak kalah siap. Keduanya adalah Puncak Gunung Wangi (Piyungan) dan Puncak Becici (Dlingo). Hal itu penting untuk memecah titik konsentrasi masyarakat yang merayakan pergantian tahun.
Acara yang digelar di Puncak Gunung Wangi dan Puncak Becici merupakan inisiatif dari pengelola setempat. Adanya acara tersebut guna mendongkrak kembali wisata tersebut setelah dua tahun vakum karena pandemi. Dan untuk menarik perhatian wisatawan yang ingin menikmati perayaan tahun baru agar tidak terpacu di tengah kota.
Ketua Pengelola Puncak Becici, Gandi, menegaskan yang melatarbelakangi digelarnya acara ini belakang untuk mendongkrak kegiatan-kegiatan yang vakum selama dua tahun,serta memecah agar tidak berkumpul di satu titik-titik keramaian yang ada di tengah Kota Jogja.
BACA JUGA: Ini Rekayasa Jalur Wisata ke Pantai Gunungkidul Saat Tahun Baru
“Acara kami tidak terlalu mewah, Cuma untuk bersenang-senang menikmati pergantian tahun dan menikmati kebebasan setelah pandemi dua tahun lalu,” kata Sugiman, Jumat (30/12/2022).
Puncak Gunung Wangi pada tahun-tahun sebelumnya mampu menarik wisatawan hingga 1.000-an. Kini, setelah dua tahun vakum akibat pandemi, pengelola menargetkan jumlah kunjungan sebanyak 700-an. Sementara untuk Puncak Becici, pihak pengelola menargetkan 2.000-an wisatawan akan datang.
Kedua puncak tersebut tidak memungut biaya mahal. Puncak Gunung Wangi tidak menerapkan tiket masuk bagi para wisatawan, hanya membayar uang parkir secara sukarela. Sementara untuk Puncak Becici, pengunjung cukup membeli tiket masuk seharga Rp5.000 per orang.
“ Kami juga menyediakan perlengkapan camping, karena banyak yang telah melakukan reserfasi. Untuk biaya camping itu sendiri saya rasa cukup terjangkau, harga tiket untuk camping Rp15.000, Harga tenda mulai dari Rp70.000, dan harga matras mulai dari Rp6000/matrasnya. Kami juga menyediakan paket camping dengan berbagai ragam fasilitas dan berbagai kapasitas mulai dari Rp250.000/paket," tambah Gandi.
Harapannya dengan adanya acara peringatan malam puncak tahun baru mampu mendongkrak masyarakat agar tergugah hatinya untuk membenahi wisata ini, dan semakin banyak pengunjung agar dapat memperbaiki ekonomi masyarakat sekitar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
Pemerintah mengoperasikan 52 pesawat untuk menangani karhutla di enam provinsi prioritas di Sumatra dan Kalimantan.
BNN menggagalkan penyelundupan 2,6 ton sabu cair dari MV Ocean Porter yang diperkirakan berpotensi berdampak pada 14,1 juta jiwa.
Dua gajah sumatera Deo dan Sinta tiba di Tabang Zoo setelah menempuh perjalanan lima hari dari Gembira Loka Zoo Jogja.
Kokap Kulonprogo mengandalkan potensi lokal, Kopi Roro, Waduk Sermo, dan padat karya untuk membuka peluang ekonomi masyarakat.
Impor tanaman hias Indonesia mencapai Rp18 triliun pada 2025. ASA Indonesia mendorong petani lokal meningkatkan produksi aglaonema.