Starting XI Final Championship PSS vs Garudayaksa: Riko-Andik Starter
PSS Sleman dan Garudayaksa FC menurunkan kekuatan terbaik pada final Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo.
Pedagang sembako, Sanijem sedang berjualan di Pasar Sentolo, Desa Sentolo, Kecamatan Sentolo pada Selasa (9/4/2019). /Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, KULONPROGO– Pasca-Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga sejumlah komoditas bahan pokok di Kulonprogo belum melandai. Hanya sebagian bahan pokok yang mulai turun harga.
Kabid Usaha Perdagangan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kulonprogo, Endang Zulywanti mengatakan harga beras IR I misalnya rata-rata masih di angka Rp11.366 per kilogram, sedangkan gula pasir Rp13 .750 per kilogram.
"Kemarin hasil pantauan kami di lapangan itu masih ada [sembako] yang tetap dengan harga tinggi. Tapi juga ada yang turun setelah Nataru," katanya, Kamis (5/1/2022).
Tepung terigu merk Segitiga Biru juga stabil di harga saat Nataru sebesar Rp12.750 per kilogram. Sama halnya seperti tepung terigu merk Pita Merah masih bertahan di kisaran Rp11.750 per kilogram.
Sedangkan harga sejumlah minyak goreng justru naik. Minyak goreng kualitas premium naik menjadi Rp19.416 per kilogram. Harga minyak goreng subsidi, Minyakita juga naik sekitar Rp666 yang kini dibanderol dengan harga Rp15.833 per liter. Hanya minyak curah saja yang tidak naik, dengan kisaran harga Rp14.166 per liter.
"Minyak goreng itu malah setelah habis Natal, menjelang akhir tahun itu malah naik. Minyakita yang HET-nya [harga eceran tertinggi] Rp14.000 itu di lapangan malah sekarang lebih dari itu," kata dia.
Dari informasi yang dihimpun Endang, harga Minyakita diketahui naik dari pemasoknya. Hal ini membuat pedagang tak bisa berbuat apa-apa selain menaikkan harga jual. "Ini yang awal tahun 2023 yang naik minyak goreng Minyakita padahal di situ sudah ada HET-nya dari pemerintah seharusnya tidak boleh melebihi itu," tegasnya.
Adapun komoditas yang turun harga terjadi untuk jenis sayur mayur. Kelompok cabai nyaris serentak turun harga. Cabai rawit merah turun Rp13.333 per kilogram menjadi hanya Rp50.833 per kilogram. Di sisi lain, cabai merah keriting turun Rp3.833 yang kini dibanderol di kisaran Rp37.000 per kilogram.
BACA JUGA: Waduh....40.000-an Warga Jogja Menunggak Iuran BPJS Kesehatan, Totalnya Rp34 Miliar
Selain itu, telur ayam yang sempat melambung harganya, kini turun sekitar Rp333 menjadi Rp28.000 per kilogram. Harga daging ayam ras juga tercatat Rp1.666 menjadi Rp31.844 per kilogram.
Kendati harga komoditas masih beragam, Endang memastikan stok bahan pokok pasca Nataru masih aman.
"Sampai hari ini semuanya tetap aman untuk Kulonprogo," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman dan Garudayaksa FC menurunkan kekuatan terbaik pada final Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo.
Bahasa Inggris akan jadi pelajaran wajib SD mulai 2027. Pemerintah siapkan pelatihan guru dan strategi peningkatan mutu pendidikan.
Leo/Daniel juara Thailand Open 2026 usai kalahkan pasangan India. Kemenangan ini jadi momentum menuju Olimpiade 2028.
Ratusan warga Seloharjo Bantul menolak mantan dukuh kembali menjabat. Gugatan ke PTUN picu aksi dan pemasangan spanduk protes.
Presiden Prabowo beli sapi Brahman 1,2 ton dari Boyolali untuk kurban Iduladha 2026. Simak daftar sapi pilihan dari berbagai daerah.
Kinerja perbankan nasional tetap kuat di tengah tekanan global. Kredit tumbuh 9,49% dan bank BUMN jadi penopang utama ekonomi.