MBG SMKN 2 Jogja Dihentikan Usai 413 Warga Sekolah Diduga Keracunan
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Baru-baru ini belasan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) N 3 Berbah kedapatan menenggak minuman keras (Miras). Sekolah pun mengambil langkah memasukkan belasan siswa ini ke pondok pesantren (Ponpes). Lalu kenapa fenomena siswa SMP menenggak Miras bisa terjadi?
Ketua Program Studi S1 Psikologi Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Annisa Warastri mengatakan berdasarkan teori psikologi, kehidupan remaja masuk dalam fase storm and stress. Remaja itu ingin dilihat sebagai orang dewasa, meski secara emosi belum dewasa.
Usia remaja mereka ingin mencoba banyak hal. Seperti pacaran, obat-obatan, miras, dan lainnya. Masa remaja menjadi masa pencarian jati diri.
"Remaja ini memang keingintahuannya lagi banyak. Perkembangan fisik, emosi, kognisi berkembang pesat," ucapnya, Jumat (13/1/2023).
Di masa ini menurutnya peran orang tua sangat penting. Harus bisa memposisikan diri sebagai teman. Jika metode pengajaran yang digunakan kerasa, maka anak akan membandel.
Baca juga: Twitter Klaim Tak Ada Bukti Data Bocor Berasal dari Bug
Misalnya dilarang keluar terlalu malam tanpa dijelaskan alasannya. Ini akan bertentangan dengan remaja yang masih banyak ingin tahu, dibenturkan dengan pola pengasuhan zaman dulu.
"Ketika menegur cuma menyampaikan larangan, tanpa menjelaskan kenapa sih gak boleh terlalu malam, sentuh drug, seks bebas."
Ibarat bermain layang-layang, orang tua harus tahu kapan ketat dan sedikit melonggarkan. Melonggarkan ini bukan berarti melepas sepenuhnya.
"Kalau gak nanti remaja bisa kabur, akhirnya curhat ke teman. Kalau dia gak bisa pilih lingkungan yang baik ya bablas," paparnya.
Lalu terkait dampak pembelajaran daring ke luring, Annisa belum bisa memastikan seperti apa dampaknya ke perilaku remaja. Diperlukan riset dan kajian secara mendalam untuk membuktikannya.
"Tapi memang pandemi ini membawa perubahan perilaku. Dampak PPKM, salah satu hal yang mungkin agak menyeramkan gak bisa komunikasi silaturahmi."
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyayangkan kejadian ini. Menurutnya lingkungan sekolah harusnya ketat dengan pengawasan. "Tempat yang seharusnya bebas dari rokok, narkoba dan bahkan miras," kata Kustini.
Ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan. Atas kejadian ini dia meminta agar segera dilakukan evaluasi dan tindak lanjut.
"Saya harap ada evaluasi besar. Tidak hanya untuk SMPN 3 Berbah, tetapi semua sekolah tolong lebih ditingkatkan lagi sistem pengawasan," pintanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Menaker Yassierli mendorong generasi muda memperkuat kompetensi, reskilling, upskilling, dan kemampuan adaptasi menghadapi perubahan dunia kerja.
Siswa SRMA 19 Bantul diajak aktif di lingkungan dan mengembangkan kemampuan agar mampu menjadi penggerak sekaligus mengurangi urbanisasi.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Sertifikat tanah elektronik menghubungkan data pemegang hak dengan NIK dan bidang tanah dengan nomor identifikasi elektronik.
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.