Kemarau, Kasus Kebakaran Lahan di Gunungkidul Melonjak
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Tumpukan batu menutupi jalan menuju Pantai Widodaren di Kalurahan Kanigoro, Saptosari, Gunungkidul, Selasa (17/1/2023)./Istimewa-Kapanewon Saptosari
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Muhammad Arif Aldian mengharapkan konflik di Pantai Widodaren di Kalurahan Kanigoro, Saptosari, bisa diselesaikan dengan baik. Kisruh yang berkepanjangan malah akan berdampak buruk terhadap pengembangan sektor kepariwisataan.
“Saya sudah mendengarnya dan permasalahannya sudah lama,” kata Aldian saat dihubungi melalui ponsel, Rabu (18/1/2023).
Menurut dia, kisruh menyangkut warga dengan pemerintah kalurahan sehingga Pemerintah Kecamatan Saptosari bisa menjadi penengah agar permasalahan bisa diakhiri. “Sudah saya koordinasikan dan kami juga siap menjadi penengah,” katanya.
Aldian berpendapat penutupan akses ke pantai mengganggu sektor wisata di kawasan tersebut. Oleh karenanya, ia meminta semua pihak mengedepankan solusi yang baik agar potensi wisata yang ada tetap bisa dijalankan.
BACA JUGA: Kecewa dengan Pemerintah, Warga Tutup Jalan Masuk ke Pantai Widodaren Gunungkidul
“Kalau perlu tidak hanya warga dengan kalurahan, tapi investor juga diikutikan dalam proses mediasi. Mudah-mudahan masalah yang ada bisa diselesaikan dengan baik,” katanya.
Panewu atau Camat Saptosari Eka Priyatna mengatakan setellah penutupan jalan menuju Pantai Widodari, sudah ada upaya mediasi. Selain mendengarkan versi dari Pemerintah Kalurahan Kanigoro, kecamatan juga berupaya mendengarkan keterangan warga.
Meski demikian, sambung dia, upaya tersebut belum berhasil karena Forum Pimpinan Kapanewon (Forkompika) Saptosari pada Selasa (18/1/2023) tidak berhasil menemui warga. “Kami harus berjalan sekitar 500 meter ke dekat pantai, tapi warga tidak ada di sana,” katanya.
Menurut Eka, upaya mediasi akan terus dilakukan agar permasalahan di Pantai Widodaren bisa segera diselesaikan. “Harapannya blokade bisa segera dibuka agar pariwisata bisa jalan,” katanya.
Pemerintah Kecamatan Saptosari masih menunggu hasil komunikasi dengan warga sehingga bisa mengetahui latar belakang masalah dari kedua pihak. “Kami masih coba komunikasi dengan warga, sebab usaha pertama gagal. Yang jelas, setelah ketemu dua versi dari masing-masing pihak segera dilakukan mediasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.