Nenek yang Lapar Dihakimi Massa karena Curi Kue di Pasar Niten, Begini Penjelasan Polres Bantul
Seorang nenek yang lapar dihakimi massa dan dipukuli setelah mencuri kue dari salah satu pedagang di Pasar Niten, Bantul, Sabtu (26/8/2023).
Masyarakat melakukan vaksinasi di Kantor Dinas Kesehatan Bantul pada Selasa (10/5/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA—Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mewacanakan agar vaksin Covid-19 berbayar. Sejumlah masyarakat turut menanggapi rencana ini karena dianggap menjadi beban bagi kalangan bawah.
Pedagang Angkringan, Muhammad Ali, mengaku belum mengetahui informasi tentang wacana vaksinasi berbayar yang diwacanakan pemerintah tersebut. Meskipun begitu dirinya tidak setuju jika vaksinasi yang dulu diwajibkan oleh pemerintah harus berbayar.
“Tidak setuju, soalnya dari awal itu yang mewajibkan pemerintah, alangkah baiknya itu dibebankan kepada pemerintah,” ujar Ali saat berjualan, Rabu (25/1/2023) di Tegalrejo, Kota Jogja.
Dirinya terbebani lantaran berbagai macam kebutuhan mengharuskan untuk vaksin, jika diwajibkan berbayar menurutnya akan menjadi pukulan bagi masyarakat kelas bawah. Dirinya mengaku khawatir jika wacana tersebut diberlakukan.
Langkah yang diambil oleh pemerintah dianggap terburu-buru meskipun saat ini belum ditetapkan. “Kita tetap juga mikir-mikir.” Tandasnya saat diwawancarai.
Baca juga: Dikira Hilang 25 Tahun karena Takut Disunat, Pria Ini Ternyata Tinggal di Pasar Kepek Bantul
Meskipun begitu, Vaksin menurutnya bukan lagi prioritas dengan kasus Covid-19 yang sudah melandai. Dirinya meminta pemerintah untuk lebih fokus memulihkan kondisi masyarakat untuk bisa bangkit Kembali. “Infrastruktur kan juga jalan terus, apalagi covid udah nggak seperti dulu lagi,” tandasnya.
Sementara itu, bagi Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan akan digratiskan untuk bisa vaksinasi. Sementara bagi yang belum memiliki layanan tersebut atau bagi yang mampu akan dikenakan tarif Rp150.000/dosis.
Ali mengaku dirinya mengakses layanan BPJS namun tidak aktif. Dirinya mengungkapkan jika dengan biaya rencana vaksinasi tersebut lebih memilih untuk dipakai kebutuhan lain. “Kalau saya lebih memilih untuk beli beras, bisa untuk sebulan, bahkan sisa,” ucap Ali.
Sebelumnya Menteri Kesehatan, Budi Gunawan Sadikin mengungkapkan bahwa kedepan vaksinasi akan berbayar dengan skema diluar Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan saat di Gedung DPR RI, Jakarta. *
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang nenek yang lapar dihakimi massa dan dipukuli setelah mencuri kue dari salah satu pedagang di Pasar Niten, Bantul, Sabtu (26/8/2023).
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.