Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Ilustrasi penculikan anak./Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jajaran Polres Gunungkidul mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan terpancing tentang isu penculikan anak. Sebab, dalam kurun dua hari ada kejadian salah sasaran.
BACA JUGA: Marak Kabar Penculikan Anak di Gunungkidul, Ini Faktanya
Kasus pertama terjadi di Kalurahan Gari, Wonosari, Sabtu (28/1/2023) lalu. Isu penculikan beredar karena ada orang luar kalurahan yang sedang mengamati tanah perkarangan, tapi oleh warga dikira mau menculik anak.
Adapun kasus kedua terjadi pada Minggu (29/1/2023) siang. Pria paruh baya berinisial LM,58, asal Madiun Jawa Timur nyaris jadi bulan-bulan warga di Kalurahan Krambilsawit, Saptosari. Orang tak dikenal ini digelandang ke Mapolsek Saptosari. Video pengamanan LM yang dikelilingi massa beredar luas di masyarakat.
Kasi Humas Polres Gunungkidul, AKP Suryanto membenarkan adanya isu dugaan penculikan anak di Saptosari.
Meski demikian, ia memastikan isu tersebut tidak benar karena setelah diperiksa ternyata yang bersangkutan merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
“KTP nya sempat diminta, petugas polsek langsung menghubungi tempat asal LM dan ternyata ada keterangan kalau mengalami gangguan kejiwaan,” kata Suryanto kepada wartawan, Senin (30/1/2023).
Dia menjelaskan, kecurigaan warga mencuat karna gerak-gerik dari LM yang dinilai tidak wajar. Terlebih lagi, warga juga tidak mengenalnya karena berasal dari luar daerah.
“Mungkin curiga terus diamankan. Tapi, setelah diperiksa ternyata ODGJ,” katanya.
Suryanto menambahkan, hoaks penculikan anak merupakan yang kedua kalinya dalam kurun waktu dua hari. “Sebelumnya di Kalurahan Gari Wonosari. Tapi ternyata yang diduga mau menculik anak merupakan warga Gari yang telah lama merantau, pulang untuk melihat tanah perkarangan miliknya,” katanya.
Kapolsek Saptosari, AKP Kusnan Priyono membenarkan ada isu penculikan anak di wilayahnya. Namun, ia memastikan hal tersebut tidak benar karena proses klarifikasi telah dilakukan.
“Ternyata yang dikira mau menculik anak adalah penyandang ODGJ,” katanya.
Ia berharap kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya atas isu yang berkembang. “Waspada boleh, tapi harus dicari tahu dulu kebenarannya seperti apa. Sebab, kalau langsung bertindak malah bisa menimbulkan masalah baru,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Nurisa Dian Ashrifah meraih emas kelima Indonesia di Asian Games 2026 setelah mengalahkan Amaya Amparo 139-137.
America.gov jadi chatbot AI pemerintah AS untuk mencari informasi federal. Simak fitur, Gemini-Grok, rencana layanan dan privasinya.
Argentina menang 4-0 atas Bolivia. Nico Paz mencetak gol, Cristian Romero memimpin sebagai kapten, dan Messi masih disiapkan untuk laga perpisahan.
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian. Antam 1 gram tercatat Rp2,634 juta, Galeri24 Rp2,527 juta dan UBS Rp2,552 juta.
Irlandia vs Austria di Nations League 2 Oktober 2026. Simak jadwal, klasemen Grup B3, kondisi skuad, dan prediksi pertandingannya.