KPK Tangkap Politikus Golkar Fahd Arafiq dalam OTT ATR BPN, Sita Uang Ratusan Miliar
KPK menyita uang tunai yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah dan menangkap 17 orang dalam OTT ATR BPN.
Salah satu peserta Gelar Potensi UMKM Kota Jogja di Panggung promosi UPT Pusat Bisnis Pasar beringharjo, sedang memamerkan produknya kepada pengunjung pasar, Senin (25/3/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat ada pertumbuhan jumlah industri di wilayah ini sebanyak 229 industri baru selama 2021-2022.
BACA JUGA: Pemkab Kulonprogo Jamin Keamanan Bahan Pokok
Kepala Bidang Industri Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kulonprogo Ade Wahyu mengatakan pada 2021, jumlah industri sebanyak 15.618 , pada 2022 naik 229 industri menjadi 15.847 industri.
"Selama pandemi COVID-19, industri kecil menengah tumbuh pesat. Masyarakat menciptakan inovasi baru sebagai pendapatan keluarga," kata Ade Wahyu, Kamis (2/2/2023).
Ia mengatakan sebabnyak 15.847 industri tersebar di seluruh kecamatan/kapanewon, khususnya di 34 sentra industri kecil.
Saat ini, Disdagin Kulonprogo berupaya melakukan pembangunan sumber daya industri, pemberdayaan industri dan peran serta masyarakat, dan pembangunan sarana dan prasarana perindustrian. Tujuannya, yakni produk mampu bersaing di pasar luas.
"Dengan adanya Bandara Internasional Yogyakarta, produk industri kecil menengah (IKM) Kulonprogo harus bisa bersaing. Sehingga perlu adanya pemberdayaan industri," katanya.
Menurut Ade, persoalan IKM di Kulonprogo berdasarkan analisis, yakni rendahnya jumlah pelaku usaha industri yang memiliki izin usaha industri, kualitas produk IKM belum mampu bersaing dan nilai usaha industri masih relatif rendah.
Untuk itu, Disdagin telah menyusun rencana pembangunan industri di Kulonprogo. Adapun beberapa kegiatan yang telah direncanakan, yakni fasilitasi sertifikasi halal, sertifikasi tingkat komponen dalam negeri hingga bimbingan teknis bagi wirausaha baru.
"Kami juga memberikan bantuan peralatan produksi. Sehingga produksi mereka terjamin dan dapat memproduksi dalam jumlah banyak," katanya.
Sementara itu, Kepada Disdagin Kulonprogo Sudarna mengatakan pelaku IKM di wilayahnya berjuang keras menjual produk mereka secara daring. Usaha mereka benar-benar bisa bertahan saat COVID-19 hingga saat ini.
"Pemasaran digital secara daring menjadi kunci utama menghadapi persaingan dan produk cepat terjual, serta bertahan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menyita uang tunai yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah dan menangkap 17 orang dalam OTT ATR BPN.
Aktivitas Merapi dan kondisi alam menjadi pertimbangan wisatawan sebelum berkunjung ke Sleman, meski wisata kawasan Merapi tetap diminati.
Arab Saudi mengancam respons tegas terhadap Houthi setelah serangan rudal dan drone melukai 13 warga sipil di wilayah selatan.
Padat Karya Sleman 2026 tak mendapat tambahan APBD Perubahan. Program BKK DIY masih berlanjut hingga tahap ketiga pada Oktober-November.
Kenali tanda disleksia pada anak saat belajar membaca, mulai sulit mengenali huruf hingga membaca lambat dan kesenjangan nilai akademik.
Perkara TPPU yang menyeret Febrie Adriansyah masuk tahap finalisasi. Tim 9 Kejagung menunggu P-21 sebelum penyerahan tersangka dan barang bukti.