Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Tersangka kasus suap Haryadi Suyuti./Antara
Harianjogja.com, JOGJA — Mantan Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti menangis dan menyesali perbuatannya saat menjadi saksi mahkota untuk terdakwa Nurwidhi Hartana dan Trianto dalam kasus dugaan suap apartemen, Jumat (3/2/2023).
Haryadi menyebut dirinya tak tahu pasti jumlah uang yang diterimanya dari tersangka mantan Direktur PT Java Orient Properti Dandan Jaya Kartika yang telah divonis bersalah atas penyuapannya dengan hukuman 2,5 tahun penjara.
Uang yang diterimanya saat operasi tangkap tangan (OTT) KPK, jelas Haryadi, juga langsung dibawa oleh lembaga antirasuah tersebut. Sedangkan uang yang ditransfer sebelumnya dengan nominal mulai dari Rp5 juta hingga puluhan juta diserahkannya ke Trianto dimana saat itu berstatus sekretaris pribadinya.
BACA JUGA: Penyuap Eks Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti Dituntut 3 Tahun Penjara
Pengacara Haryadi, Fahri Hasyim menjelaskan uang-uang tersebut digunakan untuk kegiatan sosial. “Termasuk kalau Balai Kota ada kegiatan dadakan seperti donor darah dan lainya yang belum dianggarkan pakai itu sebagai pilihannya. Jadi Pak Haryadi tidak ada niat untuk memperkaya diri dari korupsi ini,” katanya, Sabtu (4/2/2023).
Fahri menjelaskan Haryadi sungkan untuk tidak memenuhi permintaan Dandan dalam perizinan yang diajukannya. “Pak Haryadi dengan Dandan ini sudah bersahabat sebelum [Haryadi] di Balai Kota,” jelasnya.
Penyuapan yang dilakukan pada Haryadi, jelas Fahri, karena ketidakmampuannya membentengi diri dari hubungan sebelum jadi Wali Kota. “Kalau dikatakan ingin memperkaya diri, Pak Haryadi itu malah rugi jadi Wali Kota selama 15 tahun ini. Beliau ini kan pegawai BUMN, istrinya pengusaha hotel. Kalau dihitung sekarang kekayaannya enggak naik malah rugi, banyak hotel isterinya dijual [untuk kampanye] dan tidak kembali,” terangnya.
Meskipun demikian, menurut Fahri, Haryadi mengakui semua kesalahannya dan tidak berkilah di persidangan. “Jelas Pak Haryadi mengakui semua kesalahannya dan meminta maaf ke masyarakat luas. Beliau menyesali perbuatannya, karir 15 tahun di Balai Kota jadi hancur karena ini pasti sangat menyesal,” ujarnya.
Fahri juga menegaskan bahwa istri Haryadi juga tidak akan maju di pemilihan Wali Kota pada 2024. “Dan yang terpenting istri Pak Haryadi tidak akan maju Wali Kota, seperti yang santer isunya berkembang,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Listrik padam total di Sumatera Bagian Tengah dan Utara sejak Jumat malam. PLN ungkap gangguan sistem, warga Pekanbaru terdampak luas.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo temukan kandang ayam dan pendangkalan di Sungai Code. Pemkot siapkan normalisasi dan wisata arung jeram.
Honor dikabarkan menyiapkan HP lipat layar lebar 7,6 inci dengan chipset 2nm Snapdragon 8 Elite Gen 6. Siap meluncur 2027.
Sindikat penipuan online modus asmara dan kripto palsu di Jateng raup Rp41 miliar. Polisi tetapkan 38 tersangka, 133 korban.
Kasus korupsi kredit fiktif di bank BUMN Banjarmasin rugikan negara Rp4,7 miliar. Tiga terdakwa dituntut 4,5 tahun penjara.