Pilur Bantul 2026, Calon Lurah Sabdodadi Bicara Digitalisasi Ekonomi
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyinggung kondisi para perajin produk ekonomi kreatif skala rumahan yang penghasilannya belum memadai di wilayah setempat.
Padahal, produk kerajinan mereka dijual dengan harga selangit oleh para penjual yang bertebaran di kawasan Malioboro. Sultan menginginkan skema kerja sama yang saling menguntungkan antara perajin yang biasanya dari kalangan lansia dengan para tenant agar kesejahteraan perajin ikut terdongkrang.
Hal itu disampaikan Sultan dalam peringatan satu tahun Teras Malioboro 1 pada Selasa (7/2/2023). Lokasi itu merupakan tempat baru para pedagang kaki lima (PKL) yang dulunya berjualan di sepanjang pedestrian Malioboro.
Setahun di tempat baru, para pedagang kini mulai beradaptasi dan variasi produk pun sudah sangat beragam. Namun, Sultan menyebut naik kelasnya para UMKM di Teras Malioboro semestinya diikuti pula dengan naiknya pendapatan para perajin skala rumahan.
"Mestinya dibangun kebersamaan dan perajin rumahan diberi upah lebih baik untuk menikmati hidup lebih baik. Jangan mau untung sendiri. Harganya jutaan tapi memberikan upah yang relatif kecil. Makin lama bukan makin tumbuh, makin lama akan mati karena tidak ada orang muda yang mau untuk menggantikan menjadi perajin produk UMKM," kata Sultan.
Menurut Sultan, produk dan barang ekonomi kreatif yang dipasarkan di kawasan Malioboro mesti didorong lebih ke arah fesyen. Sektor itu disebutnya bisa menjadi tulang punggung perekonomian di wilayah setempat lantaran produk turunannya yang sangat beragam mulai dari sepatu, kaos kaki, perhiasan, tas, topi, buah tangan dan lain sebagainya.
Potensi produk itu kata dia sangat besar di wilayah Jogja yang juga diikuti dengan ceruk pasar dan efek domino yang bakal ditimbulkannya.
"Potensi fesyen di Jogja sangat besar karena tentu akan ada berapa produsen yang akan terlindungi dan akan tumbuh. Entah itu sekedar penjahit, pengrajin untuk gelang, cincin, sepatu, sama saja. Apalagi nanti PDIN beroperasi yang di kota, tentu bisa bekerja sama untuk meningkatkan kapasitas," ujarnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi menyatakan, selama setahun beroperasi pedagang di kawasan Teras Malioboro 1 terus menunjukkan peningkatan kualitas yang semakin optimal. Dari sisi belanja wisatawan, pelayanan kepada pengunjung maupun digitalisasi produk di kawasan tersebut dinilainya menunjukkan kondisi yang positif.
"Sejak Maret sampai Desember 2022 lalu Teras Malioboro 1 dikunjungi hampir sebanyak tiga juga orang. Sementara dari sisi omzet, dalam sekali event yang diselenggarakan itu ada transaksi sekitar Rp200 juta," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Komisi C DPRD DIY mengecek talud bronjong 74 meter di Kali Kuning Sleman sebagai antisipasi erosi dan longsor saat musim hujan.
Krisna Septiana lolos final kayak tunggal putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 meski finis peringkat 15 pada semifinal.
Polisi memperluas pemeriksaan kasus dugaan pungli food truck di Alkid Jogja. Hingga 30 September 2026, 14 orang telah dimintai keterangan.
Kemarau di Sleman diprediksi lebih panjang hingga Desember. DP3 meminta petani mengatur pola tanam dan mengantisipasi keterbatasan air.
Jalur pendakian Torean dan Senaru Gunung Rinjani masih ditutup sementara setelah kebakaran berdampak pada 1.098,75 hektare kawasan.