Pelanggan Starlink Kaget, Tagihan Tambahan Tembus Rp27 Juta
Pelanggan Starlink di AS mengeluhkan biaya tambahan hingga Rp27 juta akibat kebijakan kepadatan jaringan. Bagaimana kondisi layanan Starlink di Indonesia?
Wisatawan memadati Pantai Parangtritis, Sabtu (16/6/2018). /Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul akan menggelar Familiarization Trip (Fam trip) atau pengenalan destinasi wisata untuk pelaku usaha pada akhir bulan ini hingga Maret 2023. Diharapkan dengan adanya Fam trip akan menarik wisatawan dan menambah angka kunjungan wisata di Bantul.
BACA JUGA: Dispar Bantul Andalkan Libur Imlek
"Ada dua Famtrip rencananya digelar di bulan Februari dan Maret dengan melibatkan pelaku wisata. Semua dilakukan sebelum bulan Ramadan. Harapannya, setelah Ramadan, para pelaku perjalanan wisata bisa mengundang wisatawan datang ke Bantul. Tentunya kami berharap mereka membawa tamu asing,” kata Kepala Dispar Bantul Kwintarto Heru Prabowo, Minggu (12/2/2023).
Menurut Kwintarto, sejauh ini belum ada startegi khusus yang dipersiapkan jawatannya untuk mengatasi penurunan kunjungan wisata pada bulan Puasa nantinya. Dispar Bantul tidak menyiapkan event khusus saat bulan Puasa. Meskipun demikian, wisatawan yang akan datang di objek wisata di Bumi Projotamansari tetap akan dilayani.
“Karena kunjungan wisata baru akan pulih saat Lebaran. Biasanya, objek wisata di Bantul diserbu wisatawan,” terangnya.
Sub Koordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul, Markus Purnomo Adi mengungkapkan kunjungan wisatawan di Bantul dari 1 Januari hingga 5 Februari 2023 sudah mencapai 298.964 orang dan memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai Rp2,8 miliar.
Guna mendongkrak jumlah wisatawan sebelum puasa, pihaknya telah menyiapkan beberapa agenda di bulan Februari. Salah satunya adalah Festival Burung Paruh Bengkok di kawasan wisata gumuk pasir dan Festival Coast to Coast di Parangtritis Geomaritim Science Park.
Kemudian setelah Ramadan atau pada bulan Juni Dispar akan menggelar Festival Kuliner, dan di bulan Juli akan ada Festival Symphony Gumuk Pasir. Setelahnya, di bulan Agustus ada Festival Bregodo dan Keroncong Pesisiran, dan terakhir di bulan Oktober ada Festival Lampion.Selain itu juga ada sembilan kali pentas kesenian yang akan digelar di sejumlah destinasi wisata.
Ia mengatakan, sejumlah kegiatan tersebut belum termasuk agenda wisata yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata DIY yang digelar di Bantul dan juga oleh para pengelola destinasi wisata seperti Jogja Air Show (JAS) dan festival layang-layang.
"Kami berharap ahar agenda pariwisata yang akan digelar tahun ini dapat mendongkrak kunjungan wisatawan ke Bantul," harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelanggan Starlink di AS mengeluhkan biaya tambahan hingga Rp27 juta akibat kebijakan kepadatan jaringan. Bagaimana kondisi layanan Starlink di Indonesia?
BMKG menyebut gempa M5,5 di Laut Maluku dipicu subduksi lempeng. Gempa tidak berpotensi tsunami dan belum diikuti gempa susulan.
Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi dijadwalkan mengunjungi Candi Prambanan pada 8 Juli 2026. Pengamanan diperketat, operasional wisata disesuaikan.
Pekerja PLTSa Putri Cempo Solo mengalami kecelakaan kerja hingga tangannya masuk mesin. Korban telah menjalani operasi dan kini dalam pemulihan.
Restorasi Candi Prambanan dinilai akan memperkuat daya tarik pariwisata DIY meski berpotensi memengaruhi pola kunjungan sementara.
Polsek Bantul mengungkap kasus curanmor di Lapangan Paseban. Pelaku residivis teridentifikasi setelah polisi mencocokkan nomor rangka sepeda motor.