Kecelakaan Truk vs Pikap Muatan Lele di Piyungan, 2 Orang Tewas
Kecelakaan truk dan pikap bermuatan lele terjadi di Jalan Wonosari Km 12 Piyungan, Bantul. Empat orang jadi korban, dua meninggal.
Brigade Joxzin saat menyampaikan pernyataan sikap keberatan soal berita berjudul 2 Geng Kondang di Yogyakarta Q-ZRUH dan JOXZIN, Akar Klitih Jogja? Senin (13/2/2023)./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA — Kelompok organisasi masyarakat (ormas) Brigade Joxzin merasa keberatan dengan pemberitaan salah satu media massa nasional berjudul 2 Geng Kondang di Yogyakarta Q-ZRUH dan JOXZIN, Akar Klitih Jogja?.
Menurut Joxzin, berita yang dipublikasikan pada Jumat (10/2/2023) tersebut diklaim menggiring opini publik sekaligus menjustifikasi kelompok Joxzin sebagai akar utama penyebab fenomena kekerasan jalanan atau klitih di Jogja.
Berita yang mulanya disiarkan pada Jumat (10/2/2023) itu, pada Senin (13/2/2023) terlihat sudah diubah pada bagian judul menjadi 2 Geng Kondang di Yogyakarta Q-Zruh dan Joxzin dengan disertai catatan redaksi berbunyi Judul dan beberapa kalimat kami perbaiki pada Senin 13 Februari 2023, pukul 13.00 karena kurang relevan dan bisa membuat persepsi yang berbeda. Terima kasih.
"Pada prinsipnya kami sangat keberatan dengan adanya berita tersebut, karena isinya sangat merugikan dan memojokkan kami serta memberikan stigma negatif tanpa ada klarifikasi terlebih dahulu kepada sumber yang tepercaya. Ini merupakan tuduhan serius yang mengancam eksistensi dan masa depan Joxzin," kata Komandan Brigade Joxzin, Hery Prasetyo, Senin.
BACA JUGA: DPRD DIY Sarankan Ada Kurikulum Khusus untuk Remaja Pelaku Klitih
Hery menyebut, Joxzin merupakan organisasi kemasyarakatan yang berbentuk perkumpulan dan bergerak di bidang sosial kemasyarakatan. Anggotanya pun mencapai ribuan orang dan berbasis di Jogja.
Dia mengklaim bahwa salah satu syarat untuk masuk menjadi anggota Joxzin yaitu tidak terlibat dalam tindak kriminal dan penggunaan narkoba. Oleh karena itu, cap yang menyebut bahwa Joxzin lekat dengan akar klitih tidak tepat dan merugikan pihaknya.
"Kami bersama elemen masyarakat lain di DIY telah berikrar untuk turut serta berpartisipasi aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, salah satunya berpartisipasi aktif untuk mencegah terjadinya kejahatan jalanan. Oleh karena itu tuduhan dalam berita tersebut sangat tidak berdasar dan bertentangan dengan fakta," ujar dia.
Untuk itu, pihaknya meminta kepada media massa tersebut meralat serta menayangkan hak jawab terkait dengan pemberitaan tersebut. Joxzin juga meminta media massa itu menuliskan permintaan maaf terbuka lewat media online dan media cetak guna meluruskan perkembangan isu yang merebak soal organisasi itu di masyarakat.
"Kami memberikan waktu 1 x 24 jam sejak pernyataan sikap ini kami keluarkan kepada media massa tersebut untuk meluruskan pemberitaan agar sesuai dengan fakta dan akurat."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kecelakaan truk dan pikap bermuatan lele terjadi di Jalan Wonosari Km 12 Piyungan, Bantul. Empat orang jadi korban, dua meninggal.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta menuju Palur lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Komdigi menyalurkan Starlink ke Nagekeo untuk menjaga konektivitas posko bencana dan fasilitas kesehatan pascagempa NTT.
Prabowo meminta edukasi bahaya karhutla diperkuat hingga masyarakat bawah. Pemerintah juga menyiapkan alat berat untuk buka lahan tanpa membakar.
OMC di kawasan IKN dimulai dengan penyemaian 800 kg garam untuk memicu hujan dan menambah cadangan air di tengah musim kemarau.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 tersedia dari pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap Yogyakarta-Palur di sini.