Pabrik Es Kampung Nelayan Merah Putih Poncosari Belum Optimal, Ini Kendalanya
Pabrik es KNMP Poncosari Bantul belum optimal karena harga jual dan persaingan es balok, ditambah minimnya hasil tangkapan nelayan.
Suasana gedung Indonesia Menggugat di Bandung Jawa Barat, Jumat (17/2/2023)/Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA— Pemda DIY didorong mengembangkan destinasi wisata sejarah untuk memberikan pilihan alternatif yang lebih luas kepada wisatawan saat berkunjung ke wilayah ini. Potensi atraksi wisata berbasis sejarah di Jogja pun dinilai tak kalah dengan daerah lain khususnya yang berkaitan dengan zaman revolusi kemerdekaan, sehingga perlu dikembangkan lebih luas.
Ketua Komisi A DRPD DIY Eko Suwanto mengatakan, penguatan nilai-nilai kebangsaan dan pemahaman Pancasila berikut sejarahnya mesti dilakukan dengan cara-cara kreatif di era sekarang. Jogja yang kental dengan daerah wisata disebut Eko harus mampu mengelaborasikan strategi pengembangan pariwisata yang digabung dengan aspek sejarah.
Apalagi Pemda DIY telah mempunyai Peraturan Daerah No. 1/2022 tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang dinilainya menjadi payung hukum yang tepat dalam pengembangan nilai Pancasila dan kebangsaan. Menurut Eko, cukup banyak lokasi maupun peristiwa sejarah penting yang berlangsung di Jogja dalam perjalanan kemerdekaan RI, ini mestinya bisa dikemas menjadi paket-paket wisata.
"Kami rekomendasikan Pemda untuk lebih peduli dengan fragmen dan peristiwa sejarah. Jogja menjadi salah satu daerah yang sedikit banyak punya kontribusi secara langsung maupun tidak langsung dalam revolusi kemerdekaan," kata Eko saat berada di Gedung Indonesia Menggugat di Bandung, Jawa Barat, Jumat (17/2/2023).
BACA JUGA: Tol Jogja Solo Bakal Dibuka Saat Lebaran! Proyek Dikebut
Kunjungan itu merupakan bagian dari rangkaian sejumlah perjalanan lain yang telah dilakukan pihaknya dalam tapak tilas sejarah peristiwa kemerdekaan RI, mulai dari Surabaya tempat kelahiran Bung Karno dan kediaman gurunya yaitu H.O.S Cokroaminoto; Ngawi kediaman Ketua BPUPKI KRT Radjiman Wediodiningrat; Blitar tempat Bung Karno dimakamkan dan Bali tempat museum dan perpustakaannya.
"Peristiwa sejumlah bapak bangsa yang berkunjung ke Jogja saat peralihan ibu kota negara dan kursus serta kuliah umum Pancasila saya kira perlu dikaji untuk kemudian dijadikan pilihan wisata bagi masyarakat," kata Eko.
Wakil Ketua Komisi A DPRD DIY Sudaryanto menyebut, pengembangan destinasi wisata sejarah berkaitan dengan masa revolusi fisik pun masih beririsan dengan sejarah keistimewaan Jogja. Pemda DIY menurutnya bisa pula menggabungkan konten wisata yang menunjukkan peristiwa sejarah masa pra kemerdekaan dengan unsur keistimewaan Jogja.
"Banyak catatan sejarah yang mengungkap dukungan moril dan materil Jogja dalam merebut kemerdekaan dan menjadikannya sebagai daerah istimewa. Ini tentu perlu diketahui oleh masyarakat bagaimana asal muasal keistimewaan dan perjalanannya dalam mengisi kemerdekaan Republik," ucap Sudaryanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pabrik es KNMP Poncosari Bantul belum optimal karena harga jual dan persaingan es balok, ditambah minimnya hasil tangkapan nelayan.
PSIM Jogja menilai Grup E League Cup 2026/2027 relatif bersahabat dan diuntungkan karena tak perlu menjalani laga tandang di luar DIY.
Harga iPhone 15 dan 16 turun hingga Rp1,5 juta setelah iPhone 18 rilis. Simak daftar harga iPhone 15, 16, 17 dan 18 terbaru.
Komjak menilai konsep kekayaan tak wajar dan harta tak terjelaskan perlu diperjelas dalam RUU Perampasan Aset.
Nusron Wahid absen dari pemeriksaan KPK sebagai saksi kasus ATR/BPN. Ketua KPK Setyo Budiyanto menyoroti alasan agenda internal kementerian.
Kasus ISPA di Bantul mencapai 11.883 kasus pada April 2026 sebelum turun pada Juli dan Agustus, menurut data Dinkes Bantul.