Tujuh Kambing Mati Mendadak, 5 Warga Semanu Suspek Antraks
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Kerusakan di SDN Candi Baru 1./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Dinas Pendidikan (Disdik) Gunungkidul berjanji segera memperbaiki kerusakan gedung di SD Negeri Candi Baru 1 di Dusun Kerdon, Jatiayu, Karangmojo. Untuk itu, mereka menyiapkan anggaran perbaikan sebesar Rp675 juta.
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati mengatakan sudah mendapatkan informasi dan melakukan pengecekan kondisi kerusakan di SDN Candi Baru 1. Dia memastikan perbaikan dilakukan di tahun ini, meski tidak masuk dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2023.
Rencananya perbaikan dimasukan dalam kegiatan di APBD Perubahan 2023. Namun demikian, sambung dia, pelaksanaannya bisa lebih cepat karena diusulkan melalui mekanisme mendahului APBD Perubahan.
“Dikerjakan lebih dahulu melalui keputusan dari bupati. tapi, nantinya tetap masuk dalam APBD Perubahan,” kata Nunuk saat dikonfirmasi, Rabu (21/2/2023).
BACA JUGA: Miris! Pintu Jebol dan Atap SD Negeri di Gunungkidul Ini Nyaris Ambruk
Dia menjelaskan, anggaran perbaikan gedung di sekolah ini mencapai Rp675 juta. “Sudah diusulkan dan mudah-mudah bisa segera terlaksana untuk perbaikan sehingga kegiatan belajar dan mengajar dapat kembali normal,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Kondisi tiga kelas di SD Negeri Candi Baru 1 di Dusun Kerdon, Jatiayu, Karangmojo sangat memprihatinkan. Selain pintu kelas ada yang jebol, atap ruangan nyaris ambruk karena kuda-kuda penyangga patah.
Kepala SDN Candi Baru 1 Winarna mengatakan, sejak gedung untuk tiga kelas rusak sudah dilakukan upaya pengajuan perbaikan. Namun sampai saat ini belum juga diperbaiki.
“Sudah dilakukan survei dari dinas pendidikan, tapi belum diperbaiki. Setiap tahun, kami sudah mengajukan upaya perbaikan,” kata Winarna saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (21/2/2023).
Menurut dia, kondisi gedung sangat berbahaya karena nyaris ambruk. Untuk keamanan, para siswa yang total berjumlah 58 anak dilarang mendekat ke gedung ini.
Adapun siswa yang terdampak mulai dari kelas 1,2 da 4 untuk sementara dipindahkan ke ruang lain seperti Unit Kesehatan Sekolah (UKS), Perpustakaan dan ruang kelompok kerja guru (KKG).
“Jelas tidak representative untuk belajar karena lokasinya sempit. Kami berharap segera ada perbaikan sehingga proses belajar mengajar bisa kembali normal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Revisi UU LLAJ mengusulkan denda truk ODOL hingga Rp50 miliar dan memperluas pihak yang dapat dikenai sanksi.
Buruh Jogja meminta outsourcing dihapus dan pekerja kontrak dibatasi maksimal satu tahun dalam pembahasan RUU Ketenagakerjaan.
Bahlil Lahadalia siap dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Energi sekaligus tetap menjabat Menteri ESDM.
KDMP Sumbersari Sleman telah berjalan enam bulan, tetapi pengelolaan belum penuh karena menunggu verifikasi, serah terima gedung, dan regulasi.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.