Kekeringan Gunungkidul Meluas, 16 Kapanewon Sudah Terima Air Bersih
Krisis air bersih di Gunungkidul meluas. BPBD mencatat 16 kapanewon terdampak dan lebih dari 700 tangki air telah disalurkan.
Foto ilusyrasi perangkat kalurahan. /Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul memastikan tidak ada masalah berkaitan dengan pembayaran penghasilan tetap (siltap) untuk pamong kalurahan. Hal ini tak lepas lancarnya pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) di setiap kalurahan.
Kepala Bidang Bina Perencanaan Keuangan dan Kekayaan Kalurahan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMKP2KB) Gunungkidul, Nani Asyfiah mengatakan, pemkab di 2023 mengalokasikan ADD sebesar Rp112,4 miliar. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan dengan alokasi yang diberikan tahun lalu sebesar Rp105 miliar.
“Setiap tahun ada upaya menaikan ADD di masing-masing kalurahan,” kata Nani kepada wartawan, Rabu (21/2/2023).
Menurut dia, pencairan dilakukan setiap bulan. Adapun prosesnya tidak ada masalah karena seluruh kalurahan di Gunungkidul telah mencairkan termin kedua.
“Semua lancar sehingga tidak ada masalah terkait dengan operasional di kalurahan. Salah satunya untuk membayar siltap para pamong dan lurah,” katanya.’
Nani berharap pencairan ADD di setiap kalurahan dapat berjalan dengan lancar. Ia berpendapat proses pencairan sangat bergantung dengan keaktifan dari masing-masing pamong kalurahan untuk mengurusnya.
“Sesuai dengan termin, maka pencairan dilakuan setiap bulan. Jadi, pihak kalurahan harus mengurusnya agar ADD bisa turun. semakin cepat pengurusan, maka pencairan juga semakin cepat,” katanya.
Lurah Bendung, Semin, Didik Rubiyanto mengatakan, kalurahannya mendapatkan ADD sekitar Rp800 juta. Dana ini dipergunakan untuk operasional internal di kalurahan.
Selain itu, juga dipergunakan dalam memberikan instentif bagi lembaga wajib seperti PKK, honor BPD, Karangtaruna hingga RT dan RW. “Sudah ada petunjuk teknis dari pemkab terkait dengan penggunaan ADD. Jadi, aturan tersebut menjadi pedomdan dalam penggunaan,” kata Didik.
Menurut dia, tidak ada masalah dengan pencairan ADD karena hingga sekarang sudah mencairkan termin kedua. Didik memastikan dengan pencairan tepat waktu, maka pemberian siltap bagi perangkat juga tidak ada masalah.
“Semua sudah gajian dan tidak ada yang tertunda. Awal Maret, kami akan mengurus untuk pencairan termin ketiga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Krisis air bersih di Gunungkidul meluas. BPBD mencatat 16 kapanewon terdampak dan lebih dari 700 tangki air telah disalurkan.
Dispetaru Kabupaten Bantul menegaskan, pendirian bangunan di sempadan pantai harus mengikuti aturan merespons sejumlah bangunan yang rusak diterjang gelombang
Road trip makin populer di 2026. Simak 5 tips persiapan sebelum perjalanan jarak jauh
Prabowo menyebut negara menanggung penuh iuran JKN bagi 96,8 juta warga tidak mampu dan membangun 66 RSUD di berbagai daerah.
Kemendagri membuka Program Masadagri Batch III 2026 dengan 65 posisi magang di 12 unit kerja. Pendaftaran dibuka 15-19 Agustus 2026 untuk mahasiswa D4 dan S1.
Festival seni rupa ARTJOG kembali digelar di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta. Berlangsung sejak 19 Juni hingga 30 Agustus 2026