Penataan Sirip Malioboro Mulai Dibahas Pekan Depan
Pemkot Jogja mulai membahas penataan 10 sirip Malioboro pekan depan bersama Pemda DIY, termasuk parkir, lalu lintas, dan logistik.
Salah satu jajanan anak-anak Chiki Ngebul yang membahayakan/ Ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman akan memasang 200 stiker kepada penjual jajanan khususnya di sekolah tahun ini, sebagai upaya pencegahan jajanan tidak sehat.
Sub Koordinator Kelompok Substansi Farmasi dan Kesehatan Makanan Minuman Dinkes Sleman, Gunanto mengatakan pengawasan terus dilakukan melalui program Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS). Pembinaan akan dilakukan dan jika jajanan dinyatakan aman maka akan ditempel stiker.
"Tahun ini kami targetkan stikerisasi kepada 200 pedagang di sekolah. Tahun lalu stikerisasi pada 109 pedagang," paparnya, Rabu (22/2/2023).
Stiker ini berlaku selama dua tahun. Jika sudah habis masanya akan dilakukan pembaruan. Sebelum pandemi Covid-19, Dinkes Sleman mencatat sudah ada 406 pedagang yang berstiker.
Baca juga: Tokopedia dan Shopee CS akan Jadi Pemungut Pajak
Stikerisasi baru menyasar sebagian kecil pedagang di Sleman. Oleh karena itu, Dinkes Sleman mengarahkan ke pengawasan internal, baik orang tua dan sekolah.
"Ada uji petik, kami lakukan baik internal dari Dinkes atau berbarengan dengan BPOM, dan dengan institusi di luar Dinkes. Misalnya pemantauan bahan berbahaya bersama dengan Dinas Perindustrian," ucapnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, jajanan sekolah meski belum stiker menurutnya boleh diakses. Dinkes tidak melarang karena pedagang berjualan juga untuk memenuhi hajat hidup. Namun bagaimana pembeli menyeleksi jajanan, mana yang tidak bersih, dibuat dengan asal-asalan, dan nampak mencolok.
"Syukur-syukur sudah melirik yang sudah berstiker, tapi karena kami belum banyak makanya belum bisa menjustifikasi yang sudah berstiker," katanya.
Jangan Diskriminasi
Dinkes juga meminta agar pihak sekolah tidak mendiskriminasi pedagang asongan, namuan bisa mengarahkan. "Karena di lapangan masih terbatas yang waspada internal peran sekolah dan orang tua," lanjutnya.
Sebelumnya dua anak Sleman diduga mengalami keracunan chiki ngebul. Atas dugaan ini Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan pada jajanan anak-anaknya.
"Saya minta bapak dan ibu agar mengawasi jajanan yang dibeli putra-putrinya. Jangan sampai ini luput dari perhatian sebagai orang tua," kata Kustini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja mulai membahas penataan 10 sirip Malioboro pekan depan bersama Pemda DIY, termasuk parkir, lalu lintas, dan logistik.
Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menilai dampak El Nino semakin besar sehingga diperlukan respons dini berbasis sains dan kolaborasi lintas sektor.
Menkeu Purbaya menawarkan insentif agar Toyota memindahkan basis manufaktur utama dari Thailand ke Indonesia demi memperkuat industri otomotif.
PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) mengajak puluhan anak di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, belajar mengolah sampah plastik menjadi produk yang bermanfaat.
DPRD DIY menyetujui Raperda yang melarang perdagangan anjing, kucing, kera, kelelawar, musang, dan HPR lain untuk tujuan pangan.
Kemendikdasmen menyebut perpanjangan pendaftaran TKA 2026 memberi waktu lebih bagi siswa untuk mempersiapkan diri menuju perguruan tinggi impian.