Putusan MK Dana Pensiun Berlaku, OJK Siapkan Tindak Lanjut
OJK menghormati putusan MK yang memberi pilihan pembayaran manfaat dana pensiun sukarela secara sekaligus atau berkala sesuai kehendak peserta.
Aksi teatrikal dalam rangka memperingati Serangan Umum 1 Maret di Titik Nol Kilometer, Jogja, Minggu (1/3/2020)./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—Monumen Serangan Umum 1 Maret di Titik Nol Km Yogyakarta kokoh berdiri. Monumen ini seolah menjadi bukti kekokohan Indonesia dalam menegakkan serta menjaga kedaulatan negara.
Sesuai dengan makna penting dari peristiwa Serangan Umum 1 Maret, upaya penegakan dan kedaulatan Indonesia sebagai negara merdeka akhirnya diakui oleh dunia internasional. Hal ini berkat keberhasilan melakukan perlawanan terhadap Belanda yang ingin menjajah Indonesia kembali karena belum mengakui kemerdekaan Indonesia.
Semua bermula ketika Belanda melanggar Perjanjian Linggarjati, berisi pengakuan Belanda terhadap wilayah kekuasaan Indonesia yakni Sumatera, Jawa, dan Madura, dengan melakukan Agresi Militer Belanda 1 dari tanggal 21 Juli sampai dengan 5 Agustus 1947. Perjanjian lain pun kembali dilakukan kali ini bernama Perjanjian Renville pada 17 Januari 1948 sebagai tanda berakhirnya Agresi Militer Belanda I.
Masih belum terima dengan kedaulatan Indonesia, Soekarno dan Mohammad Hatta mendengar kabar akan ada Agresi Militer Belanda II untuk merebut Ibu kota negara Republik Indonesia Yogyakarta. Sidang kabinet pun dilakukan untuk mengantisipasi serangan Belanda dan menyusun skenario demi menyelamatkan Indonesia.
Baca juga: Tak Boleh Menolak Layani Siswa ABK, Guru Diberi Pelatihan
Skenario itu antara lain mendirikan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukit Tinggi, Sumatera Barat dan luar negeri, menunjuk Sri Sultan Hamengkubuwono IX saat itu Menteri Pertahanan untuk menangani serta mengatasi masalah keamanan dan ketertiban di Ibu kota negara seandainya Soekarno dan Moh. Hatta ditangkap, dan memerintahkan Jenderal Soedirman untuk melakukan siasat perang gerilya.
Perang gerilya berlangsung mulai Desember 1948 hingga Februari 1949 yang terus menerus menyerang pos-pos Belanda membuat kekuatan militernya pun terpecah. Akhir Februari 1948 mendengar PBB akan melaksanakan sidang penentuan nasib Indonesia, Sri Sultan Hamengkubuwono IX langsung menyampaikan idenya ke Jenderal Sudirman untuk melakukan serangan di Jogja dari segala penjuru.
Tibalah hari yang ditunggu-tunggu, pasukan dari persatuan berbagai elemen yakni Kepolisian, laskar, dan seluruh masyarakat Indonesia langsung menyerang Jogja dari segala penjuru usai terdengar sirine berakhirnya jam malam berbunyi pada pukul 06.00.
Serangan yang terjadi selama 6 jam itu berhasil memukul mundur Belanda dan meninggalkan pos-pos militernya. Keberhasilan perebutan kembali Ibu kota negara tersebut disiarkan ke seluruh dunia melalui siaran radio.
Mengetahui berita tersebut Dewan PBB mendesak Belanda untuk melakukan perundingan dengan Indonesia, bahkan mengancam menjatuhi sanksi ekonomi terhadap Belanda karena kondisi Indonesia tak kunjung membaik.
Belanda dan Indonesia akhirnya menyepakati gencatan senjata serta mengembalikan pemerintahan Indonesia ke Jogja melalui Perjanjian Roem-Royen pada tanggal 7 Mei 1949, kemudian mengadakan Konferensi Meja Bundar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OJK menghormati putusan MK yang memberi pilihan pembayaran manfaat dana pensiun sukarela secara sekaligus atau berkala sesuai kehendak peserta.
MotoGP Jerman 2026 berlangsung di Sachsenring pada 10-12 Juli 2026. Simak jadwal lengkap latihan, kualifikasi, Sprint Race, dan race utama di sini.
McLaren 720S milik YouTuber Andra ST mengalami kecelakaan di Sukoharjo. Supercar seharga Rp10 miliar hingga Rp15 miliar itu dilaporkan mengalami kerusakan berat
JBBA 2026 mengusung filosofi Hamemayu Hayuning Bawana dengan penilaian berbasis pendidikan, budaya, dan ekonomi berkelanjutan.
Adele kembali ke publik setelah 2 tahun vakum. Penampilan barunya di London tuai komentar 'tak dikenali' dari penggemar. Simak perubahan dan spekulasi album bar
FIFA menunjuk seluruh perangkat pertandingan asal Argentina untuk memimpin laga Prancis vs Maroko di perempat final Piala Dunia 2026. Keputusan ini memicu reaks