Tiga Kali Terjerat Korupsi, Ini Jejak Kasus yang Menjerat Fahd Arafiq
KPK menyebut status residivis Fahd Arafiq dapat menjadi pertimbangan pemberatan hukuman setelah tiga kali terjerat perkara korupsi.
Sejumlah alat berat mengerjakan penggalian TPST Transisi Piyungan, Senin (20/6/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul berharap kelurahan atau desa terus memberikan sosialisasi kepada kelompok masyarakat untuk bisa melakukan pengelolaan sampah mandiri guna mengurangi timbunan sampah yang dibuang ke TPA Piyungan.
BACA JUGA: Pengelolaan Sampah Mandiri Dapat Kurangi Pasokan Sampah
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Ari Budi Nugroho mengatakan, pemerintah daerah mulai Maret 2023 secara bertahap menyetop layanan pengambilan sampah untuk kelompok masyarakat yang sudah mengelola sampah mandiri.
"Tetapi, tidak semua terus stop itu tidak, itu bertahap, jadi sekarang dari kelurahan itu melakukan sosialisasi lebih dulu dari kelompok kelompok yang semula berlangganan dengan kita, agar bisa mengatasi persoalan sampahnya sendiri," katanya, Rabu (1/3/2023).
Menurut dia, dalam sosialisasi tersebut diantaranya agar kelurahan memberi pemahaman kepada masyarakat tentang pemilahan sampah, atau bahkan mengelola sampah, karena sedikit banyaknya timbunan sampah yang dihasilkan berdampak pada biaya yang dikeluarkan.
"Karena kita sudah mencoba yang namanya penerapan insentif, desinsentif. Kalau dulu tidak ada, buang sampah seberat satu kilogram dengan 10 kilogram bayarnya sama, pendekatan ini yang dilakukan. Dan ini bukan berarti pemerintah itu menghindar dari tanggung jawab," katanya.
Dia mengatakan, kebijakan itu termasuk agar kelompok masyarakat mulai membiasakan mengelola sampah sendiri dalam rangka menghadapi situasi sulit terkait sampah nantinya, karena pada tahun 2027, pengelolaan sampah di TPA Piyungan dengan sistem KPBU (kerja sama pemerintah dengan badan usaha).
"KPBU itu masih tahun 2027, kemudian TPA Piyungan saat ini sudah penuh, kita ada waktu empat tahun, dari sisi pemda kita nanti masih bergantung TPA Piyungan, makanya perlu kita arahkan perlahan lahan, tidak terus semuanya," katanya.
Dengan demikian, kata dia, penyetopan pengambilan sampah dimulai dari kelompok yang menghendaki dulu yang mana dan yang sudah diedukasi oleh kelurahan, dan juga yang melakukan kerja sama dalam mengelola sampah kelompok mana dimulai lebih dahulu.
"Kita ada pelayanan yang saat ini masih flat, jadi perlahan-lahan, kita tidak putus semuanya, tapi bertahap. Jadi misalnya ada 100 kelompok, namun baru 10 kelompok yang mengajukan tidak berlangganan ya tidak masalah, tapi harus dimulai dari sekarang," demikian Ari Budi Nugroho.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menyebut status residivis Fahd Arafiq dapat menjadi pertimbangan pemberatan hukuman setelah tiga kali terjerat perkara korupsi.
Pemimpin perusahaan AI menyerukan perlambatan pengembangan model frontier demi keamanan. AS menghadapi dilema antara mitigasi risiko dan persaingan dengan China
PT Prodia Widyahusada Tbk (kode saham: PRDA) kembali memperkuat komitmennya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini thalassemia
Bahlil Lahadalia enggan menjawab soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid dalam kasus suap HGB. Ia memilih memberi gestur finger heart.
Empat film baru tayang di bioskop Indonesia pada 17 September 2026. Ada Akal Imitasi, Istimewa, Taboo: The Silent Day, dan Urang Bunian.
PSIM Jogja menghadapi Madura United pada pekan ketiga Super League 2026/2027. Van Gastel siap menghadapi permainan menyerang dan terbuka.